Wikipedia dan NPR Dituduh Lakukan Sensor Informasi, Apa yang Terjadi?

Wikipedia dan NPR Dituduh Lakukan Sensor Informasi, Apa yang Terjadi?

Jakarta, Pintu News – Dunia jurnalisme kembali digemparkan dengan kontroversi yang melibatkan Wikipedia dan NPR (National Public Radio). Mantan CEO Wikipedia, Katherine Maher, menjadi sorotan setelah sebuah video viral menunjukkan pengakuannya tentang upaya Wikipedia untuk memerangi disinformasi selama pemilihan umum AS tahun 2020 dan pandemi COVID-19.

Di sisi lain, NPR juga menghadapi kritik tajam dari mantan editor bisnis seniornya, Uri Berliner, yang menuduh adanya bias progresif dalam pemberitaan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kontroversi Wikipedia: Melawan Disinformasi atau Sensor?

Dalam sebuah diskusi panel daring pada tahun 2021, Katherine Maher mengungkapkan bahwa Wikipedia mengambil pendekatan aktif untuk melawan disinformasi dan misinformasi selama pemilihan umum AS dan pandemi COVID-19. Wikimedia Foundation, sebagai pemilik Wikipedia, bahkan mendirikan semacam pusat informasi untuk membantu para editor bekerja sama dengan pemerintah dalam mengidentifikasi ancaman.

Namun, pernyataan Maher tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Beberapa orang menganggap bahwa upaya Wikipedia untuk memerangi disinformasi justru merupakan bentuk sensor. Mereka berpendapat bahwa Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat, yang menjamin kebebasan berbicara, seharusnya menjadi landasan utama dalam penyebaran informasi.

Baca Juga: Ancaman NSA Terhadap Internet: Peringatan Edward Snowden Tentang Perluasan Pengawasan

NPR dalam Pusaran Kontroversi Bias Progresif

npr bias progresif
Sumber: Akun X Elon Musk

NPR, salah satu jaringan radio publik terbesar di Amerika Serikat, juga tidak luput dari kontroversi. Mantan editor bisnis senior NPR, Uri Berliner, mengundurkan diri setelah merasa kecewa dengan bias progresif yang terjadi di dalam organisasi tersebut. Berliner mengungkapkan bahwa NPR telah menjadi organisasi aktivis yang terobsesi untuk mendorong cita-cita progresif, sehingga kehilangan kepercayaan publik.

Berliner juga menyoroti cuitan lama Katherine Maher, yang saat ini menjabat sebagai CEO NPR, yang dianggap tidak mencerminkan sikap netral yang seharusnya dimiliki oleh sebuah lembaga penyiaran publik. Cuitan-cuitan tersebut menunjukkan dukungan Maher terhadap Partai Demokrat dan pandangan negatifnya terhadap mantan Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Peringatan dari Trust Wallet: Nonaktifkan iMessage untuk Hindari Eksploitasi Zero-Day Kripto!

Dampak Kontroversi terhadap Kepercayaan Publik

Kontroversi yang melibatkan Wikipedia dan NPR telah menimbulkan pertanyaan serius tentang kredibilitas dan netralitas media arus utama. Publik mempertanyakan apakah media masih dapat dipercaya sebagai sumber informasi yang objektif dan tidak memihak. Kepercayaan publik terhadap media semakin terkikis, terutama di tengah maraknya disinformasi dan polarisasi politik.

Media arus utama perlu melakukan evaluasi diri dan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kepercayaan publik. Mereka harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme yang objektif, akurat, dan tidak memihak. Media harus menjadi wadah untuk menyampaikan informasi yang benar dan berimbang, bukan menjadi alat untuk menyebarkan propaganda atau kepentingan tertentu.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi