Waspada, Skema Penipuan Crypto Ini Rugikan Ribuan Orang!

Waspada, Skema Penipuan Crypto Ini Rugikan Ribuan Orang!

Penipuan dalam dunia crypto semakin canggih dengan memanfaatkan rasa FOMO (Fear of Missing Out) para investor. Baru-baru ini, sebuah skema penipuan berhasil menjerat lebih dari 42.000 korban dengan kerugian mencapai lebih dari $32 juta. Metode yang digunakan para penipu ini bahkan berhasil mengelabui alat deteksi penipuan yang biasanya dapat diandalkan oleh para investor. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Modus Operandi Penipuan

modus operandi penipuan
Penipu menetapkan saldo korban menjadi 1 melalui kontrak berbahaya. Sumber: Blockfence

Para penipu memulai aksinya dengan mengirimkan 10–20 Ether (ETH) ke akun yang mereka kontrol dan kemudian menciptakan token palsu. Mereka menyuntikkan likuiditas palsu ke dalam proyek untuk menciptakan ilusi volume yang sah di kolam likuiditas (LP) di bursa desentralisasi berbasis Ethereum seperti Uniswap.

Setelah itu, mereka mengunci token LP dengan fungsi lock() untuk memberikan kesan bahwa investasi aman dari penipuan. Para penipu kemudian melakukan wash trading untuk memompa harga token palsu tersebut.

Setelah harga naik, mereka menggunakan fungsi setUserBalance untuk mengubah saldo token korban menjadi “1”, yang pada dasarnya membakar token tersebut sehingga tidak bisa dijual. Meskipun demikian, token masih terlihat di dompet korban, yang menambah ilusi keaslian.

Baca Juga: Terungkap! Strategi Baru Australia Perangi Penipuan di Sektor Crypto

Taktik Pengelabuan Canggih

modus penipuan crypto
Sumber: Blockfence

Yang menarik, para penipu ini juga mengembalikan 5–20 ETH dari setiap penipuan untuk menghindari terlalu banyak perhatian. Mereka juga menggunakan taktik renouncing ownership, di mana pencipta kontrak melepaskan kepemilikan atas kontrak token, yang dapat mengelabui beberapa alat deteksi penipuan.

Blockfence, sebuah firma keamanan blockchain, telah mendeteksi 1.300 insiden penipuan serupa di Ethereum dengan pola yang sama. Dalam salah satu kasus, penipu bahkan menciptakan token “Blockfence” yang menggunakan teknik canggih ini untuk menipu investor.

Dalam insiden tersebut, penipu berhasil membawa kabur 23,6 ETH senilai $53.000. Token lain seperti Wisealth, RabbitRun, dan DreamFi juga menjadi korban peniruan oleh para penipu ini.

Kesimpulan

Kasus penipuan crypto ini menjadi peringatan keras bagi kamu untuk selalu waspada dan melakukan penelitian yang mendalam sebelum berinvestasi. Dengan kerugian mencapai $103 juta dari skema penipuan yang teridentifikasi dengan jelas seperti rug pulls pada tahun 2023, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda dan metode penipuan yang semakin canggih ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi