Terobosan Digital: Warisan Budaya Armenia Berbentuk NFT Abadi di Blockchain Solana!

author:

Array

Terobosan Digital: Warisan Budaya Armenia Berbentuk NFT Abadi di Blockchain Solana!

Apakah kamu pernah membayangkan melihat warisan budaya yang terukir dalam keabadian digital? “Realm of Historia” membawa angin segar dengan mengusung misi mulia: mengabadikan situs bersejarah Armenia dalam bentuk token di blockchain Solana.

Inisiatif ini tidak hanya mengawetkan sejarah, tetapi juga membuka jalan bagi generasi mendatang untuk mengapresiasi kekayaan budaya lewat teknologi crypto.

Blockchain untuk Pelestarian Budaya

realm of historia solana blockchain
Representasi digital dari batu Carahunge Sumber: Realm of Historia

Realm of Historia mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan blockchain Solana yang terkenal efisien dan transparan. Ivan Grantovsky dan Ivan Krylov, pencetus proyek ini, percaya bahwa teknologi ini dapat menjaga kebudayaan dan sejarah agar tetap relevan bagi generasi yang akan datang.

Mereka memulai dengan koleksi digital Realm of Historia: Carahunge X, yang menghadirkan esensi Carahunge, dikenal sebagai Stonehenge-nya Armenia, ke dalam bentuk NFT. Koleksi ini tidak hanya menggabungkan seni dengan versi digital dari situs bersejarah, tetapi juga mendukung seniman lokal Armenia.

“Ini adalah bagian dari teknologi untuk menyelesaikan masalah ini. Teknologi yang kita bicarakan adalah blockchain karena teknologi ini memberikan solusi untuk kurangnya transparansi.”

Kerja sama dengan Yerevan Biennial Art Foundation (YBAF), A1 Art Space, dan Latitude Art Space menjadi bukti komitmen mereka. Proyek ini diharapkan dapat menjadi jembatan antarbudaya, memberdayakan seniman lokal, dan memperkenalkan kekayaan budaya Armenia melalui teknologi terkini.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Memanfaatkan Teknologi Blockchain dan NFT untuk Melestarikan Warisan Budaya

Interaksi Fisik-Digital yang Inovatif

Setiap NFT dalam koleksi Realm of Historia dilengkapi dengan kode QR yang dapat dipindai. Kode ini membuka akses ke pengalaman fisik-digital di kafe, museum, dan situs lainnya di Armenia yang bekerja sama dengan proyek.

Pendekatan ini menawarkan cara baru bagi kamu untuk terlibat langsung dengan warisan budaya sambil menikmati kehidupan lokal. Selain itu, tim Realm of Historia berencana membangun “The Atrium”, sebuah ruang museum virtual. Di sini, pengguna dapat memasuki lobi 3D yang didedikasikan untuk warisan budaya dan situs yang diwakili oleh proyek.

“Anda tidak hanya membantu dunia dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari sebuah komunitas.”

Inisiatif ini sejalan dengan tren global yang mengakui potensi blockchain dalam pelestarian warisan budaya, memastikan keaslian dan ketersediaan aset sejarah untuk generasi yang akan datang.

Dengan visi yang luas, Realm of Historia berambisi untuk melebarkan sayapnya ke luar Armenia, menciptakan koleksi di seluruh dunia. Pembicaraan tentang proyek pelestarian di Malta, Italia, Kamboja, dan Georgia telah dimulai.

Secara keseluruhan, langkah ini menjanjikan era baru dalam pelestarian budaya, di mana sejarah dan teknologi crypto berpadu, memastikan warisan budaya tidak hanya dilestarikan tetapi juga dihidupkan dalam era digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array