Wajib Lapor Serangan Cyber, Bisnis Australia Dibebani Tugas Baru!

Wajib Lapor Serangan Cyber, Bisnis Australia Dibebani Tugas Baru!

Pemerintah Australia akan mewajibkan perusahaan lokal untuk melaporkan setiap serangan ransomware yang mereka alami. Langkah ini diambil setelah kerugian ekonomi negara mencapai $2,59 miliar akibat kejahatan cyber pada tahun 2021. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Wajib Lapor Serangan Cyber

Menurut laporan yang dirilis oleh The Australian pada 13 November, strategi keamanan siber nasional yang akan diumumkan pekan ini akan mencakup sistem wajib di mana perusahaan lokal harus memberi tahu pemerintah tentang serangan ransomware. Meski demikian, kewajiban ini tidak akan dikenakan denda jika perusahaan gagal mematuhi.

Perusahaan masih diperbolehkan untuk membayar tebusan, meski Koordinator Keamanan Siber Nasional baru, Marsekal Udara Darren Goldie, telah secara terbuka menyarankan mereka untuk tidak melakukannya. Pada Oktober, Australia bergabung dengan hampir 40 negara lain dalam komitmen untuk tidak membayar tuntutan ransomware yang dibuat terhadap lembaga pemerintah.

Baca Juga: Peningkatan Crypto Security dan Cybernetics: Harapan Baru Korban Penipuan Crypto

Konsultasi dengan Komunitas Bisnis

peran crypto dalam serangan ransomware
The image created by AI

Sebelum menerapkan sistem wajib ini, pemerintah berencana untuk berkonsultasi dengan komunitas bisnis tentang desainnya, seperti yang ditentukan oleh Menteri Urusan Dalam Negeri dan Keamanan Siber, Clare O’Neil. Serangan ransomware tetap menjadi masalah umum dalam ekonomi digital.

Pada Juli, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan peningkatan dua kali lipat dalam tim kejahatan crypto mereka dan menetapkan fokus langsung pada pemberantasan kejahatan ransomware.

Baca Juga: Lawan Kejahatan Digital, Kepolisian Hong Kong Luncurkan Platform Metaverse ‘CyberDefender’!

Peran Crypto dalam Serangan Ransomware

Menurut Chainalysis, dompet yang terlibat dalam serangan ransomware sering beralih ke kolam penambangan crypto untuk mencuci dana yang diperoleh melalui eksploitasi. Firma penelitian ini percaya bahwa telah terjadi peningkatan nilai yang dikirim dari dompet ransomware ke kolam penambangan.

Dalam satu kasus, Chainalysis menyoroti bahwa alamat dompet pertukaran telah menerima $158,3 juta dari alamat ransomware sejak 2018.

Dengan adanya kebijakan baru ini, perusahaan di Australia diharapkan dapat lebih transparan dalam melaporkan serangan cyber yang mereka alami. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memerangi kejahatan cyber dan mengurangi kerugian ekonomi yang ditimbulkan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: