Serangan Phishing Memaksa Velvet Capital Offline: Analisis dan Respons

Serangan Phishing Memaksa Velvet Capital Offline: Analisis dan Respons

Jakarta, Pintu News – Platform manajemen aset DeFi Velvet Capital, didukung oleh Binance Labs, baru-baru ini mengalami insiden serius yang memaksa mereka untuk menonaktifkan situs webnya sementara. Serangan phishing ini mencerminkan risiko keamanan yang terus meningkat dalam ruang DeFi dan bagaimana perusahaan menanggapinya. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Deteksi dan Respons Awal terhadap Serangan

serangan velvet capital
Sumber: Akun X Tan Elliott

Pada tanggal 23 April, pengguna Velvet Capital mengalami aktivitas yang tidak biasa saat mencoba terhubung ke platform.

Mereka dihadapkan dengan permintaan otorisasi akses dompet yang tidak biasa, yang segera memicu kekhawatiran akan adanya serangan phishing. Velvet Capital dengan cepat memulai investigasi internal dan mengeluarkan peringatan keamanan siber, menyarankan investor untuk menolak semua permintaan koneksi dompet hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Vasily Nikonov, pendiri Velvet Capital, mengumumkan penutupan sementara situs web pada Telegram, menekankan bahwa tindakan pencegahan ini diambil untuk mengamankan dana investor dan mencegah akses lebih lanjut oleh penjahat siber. Langkah ini dimaksudkan untuk meminimalkan kerugian pengguna potensial dan menghentikan penjahat siber dari akses lebih lanjut ke dana investor.

Baca Juga: Prediksi Market DeFi: Bakal Meroket dan Bernilai $18,28 Miliar pada Tahun 2027!

Upaya Berkelanjutan untuk Mengatasi Situasi

attn velvet capital
Sumber: Akun X Velvet Capital

Hampir dua jam setelah situs web menjadi offline, Nikonov memberi jaminan kepada pengguna bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengambil kembali kendali atas platform dan mengatasi pelanggaran keamanan. Dia menekankan kolaborasi dengan para ahli teknis dan peneliti keamanan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan yang dieksploitasi oleh peretas.

“Jaminan diberikan bahwa kontrak pintar tidak terpengaruh dan dana di Velvet tetap aman, kami sedang menyelidiki masalah front-end yang dihadapi beberapa pengguna pagi ini dan akan membagikan hasilnya secepatnya,” katanya. Perusahaan investigasi blockchain Blockaid dan Scam Sniffer membenarkan pengakuan Velvet Capital tentang peretasan situs web.

Baca Juga: Eropa Bersiap Mengguncang Dunia DeFi: Apa yang Perlu Kamu Ketahui!

Refleksi pada Tren Keamanan di DeFi

Insiden ini menyoroti kerentanan yang terus muncul dalam ekosistem DeFi dan pentingnya tindakan pencegahan keamanan yang lebih kuat. Dalam dua bulan pertama tahun 2024 saja, ruang Web3 telah mengalami kerugian lebih dari $200 juta akibat peretasan dan penarikan dana yang tidak sah, menurut laporan dari Immunefi, platform keamanan siber blockchain.

Serangan terhadap Velvet Capital memicu perdebatan lebih lanjut tentang perlunya keamanan yang lebih baik dan strategi mitigasi dalam DeFi, yang mungkin melibatkan penggunaan teknologi keamanan yang lebih canggih dan kolaborasi yang lebih erat di antara para pemangku kepentingan industri.

Kesimpulan

Insiden Velvet Capital mengingatkan pada kerentanan persisten dalam ruang DeFi dan pentingnya mengadopsi langkah-langkah keamanan yang lebih ketat. Saat industri ini terus berkembang, penting bagi platform seperti Velvet Capital untuk terus meningkatkan keamanan mereka untuk melindungi aset pengguna dan membangun kepercayaan dalam jangka panjang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: