Penelitian S&P Global: USDC dan DAI Lebih Sering Lepas dari Pegging Dibandingkan USDT

author:

Penelitian S&P Global: USDC dan DAI Lebih Sering Lepas dari Pegging Dibandingkan USDT

Stablecoin yang dipegging ke dolar mungkin tidak kebal dari kehilangan pegging mereka, namun beberapa, seperti USD Coin (USDC) dari Circle dan Dai (DAI) dari MakerDAO, lebih rentan terhadap depegging dibandingkan yang lain, menurut analis di S&P Global. Bahas lebih lajut, yuk!

Analisis Depagging Stablecoin

Sebuah makalah penelitian pada bulan September 2023 dari Dr. Cristina Polizu, Anoop Garg, dan Miguel de la Mata meneliti valuasi dan depegging untuk lima stablecoin terkemuka, yakni Tether (USDT), Binance USD (BUSD), Paxos (USDP), USDC, dan DAI.

Baca juga: Menyelesaikan Volume Transaksi $6,87 Triliun, Stablecoin Menyalip PayPal dan MasterCard

Stablecoin yang tidak dapat dipatok oleh waktu. Sumber: S&P Global

Analisis tersebut menunjukkan bahwa USDC dan DAI telah menghabiskan lebih banyak waktu di bawah satu dolar dibandingkan dengan USDT dan BUSD selama dua tahun terakhir.

Dalam peristiwa depegging terpanjang dan terdalam, USDC berada di bawah $0,90 selama 23 menit dan DAI selama 20 menit.

Frekuensi dan Durasi Depagging

penelitian stablecoin s&p global
Frekuensi de-pegging stablecoin. Sumber: S&P Global

Lebih lanjut, frekuensi depegging jauh lebih tinggi untuk USDC dan DAI dibandingkan dengan USDT dan BUSD selama periode dua tahun.

Para peneliti mencatat bahwa peristiwa depegging selama satu menit “dapat diatribusikan kepada noise,” terutama untuk ambang batas yang lebih dekat dengan $1. Peristiwa depegging yang lebih lama dianggap “lebih berarti”, namun hasilnya tetap lebih menguntungkan USDT daripada USDC.

Sementara itu, USDC turun menjadi $0,87 pada Maret 2023 sehubungan dengan runtuhnya Silicon Valley Bank. Penerbit USDC, Circle, memiliki $3,3 miliar dari cadangan USDC $40 miliar pada saat itu dengan SVB.

Baca juga: 7 Stablecoin Terpopuler Saat Ini, USDC Urutan Keberapa?

Pegging, Mekanisme Stabilisasi, dan Kepercayaan Pasar

“Mempertahankan pegging dan mekanisme stabilisasi memerlukan tata kelola yang baik, jaminan dan cadangan yang memadai serta likuiditas, kepercayaan pasar, dan adopsi,” kesimpulan Dr. Polizu dan koleganya.

Meskipun Tether telah diganggu oleh FUD media mainstream selama bertahun-tahun, temuan menunjukkan bahwa USDT telah lebih stabil dibandingkan dengan saingannya, USDC, selama periode yang sama.

Selain itu, pasokan USDT telah meningkat sebesar 25% sejak awal tahun hingga 83 miliar, memberikannya pangsa pasar stablecoin yang dominan sebesar 67%.

Dengan munculnya informasi baru dari S&P Global, penting bagi investor untuk memahami dinamika dan risiko yang terkait dengan stablecoin yang dipegging ke dolar. Meskipun stablecoin menawarkan banyak manfaat, ada juga tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga kestabilan dan kepercayaan pasar.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: