Hadapi Tantangan Bahasa, Nigeria Gerakkan Pendidikan Web3 dan Blockchain dengan Bahasa Lokal!

Hadapi Tantangan Bahasa, Nigeria Gerakkan Pendidikan Web3 dan Blockchain dengan Bahasa Lokal!

Nigeria, yang dikenal memiliki tingkat kesadaran blockchain dan crypto yang tinggi dan bisa dibilang hampir sempurna yakni 99%, masih menghadapi tantangan dalam pendidikan publik di bidang ini. Sebuah diskusi baru-baru ini di Abuja mengungkapkan beberapa tantangan utama dan solusi potensial. Kira-kira apa saja tantangan yang dialami Nigeria? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kesadaran Blockchain dan Web3 di Nigeria

digital asset summit 2023
Pendidikan Web3: Sesi panel Pengembangan Kapasitas di KTT Aset Digital SIBAN. Sumber: SIBAN

Dilansir dari Cointelegraph, dalam panel yang berjudul “Web3 Education: Capacity Building” di Digital Assets Summit 2023 oleh SIBAN, para ahli membahas tingkat kesadaran blockchain dan Web3 saat ini di Nigeria serta tantangan yang telah muncul sejauh ini.

Meskipun kesadaran tentang teknologi ini tinggi, ada beberapa hambatan yang menghambat pemahaman penuh masyarakat tentang blockchain dan Web3.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah bahasa, mengingat Nigeria adalah salah satu negara dengan keragaman bahasa terbesar di dunia, dengan lebih dari 500 bahasa yang digunakan.

Baca Juga: Sempat Batasi Penarikan Uang, Nigeria Kini Larang Penuh Penarikan Uang Tunai! Crypto Solusinya?

Mengatasi Tantangan Bahasa dalam Pendidikan Blockchain

Bello Usman Abdullahi, COO dari Bitkova Academy, menekankan bahwa tantangan bahasa saat ini menjadi salah satu hambatan utama karena kompleksitas teknologi blockchain dan jargonnya.

Namun, pusat-pusat blockchain lokal telah mulai mendidik individu dengan menggunakan bahasa lokal Nigeria, memastikan bahwa informasi dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Abdullahi menekankan pentingnya membantu individu memahami visi asli dari Satoshi Nakamoto terkait teknologi blockchain, terutama untuk mengoreksi persepsi negatif yang dibuat oleh Bank Sentral Nigeria dan pemerintah.

    Baca Juga: Kebijakan Blockchain Nasional Nigeria Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah

    Dampak Kebijakan Bank Sentral Nigeria

    bank sentral nigeria
    Sumber: Al Jazeera

    Pada Februari 2021, Bank Sentral Nigeria memutus hubungan antara bank lokal dan perusahaan exchange crypto. Langkah ini, menurut Abdullahi, memperlambat tingkat kesadaran blockchain di Nigeria.

    Tindakan pemerintah dan CBN ini telah mengaitkan blockchain dan crypto dengan persepsi negatif, meskipun Nigeria sebelumnya menempati peringkat tertinggi dalam pencarian Bitcoin di Google Trends.

    Upaya pendidikan saat ini bertujuan untuk membalikkan persepsi ini dan mempromosikan pemahaman yang benar tentang potensi dan manfaat teknologi blockchain.

    Dengan upaya pendidikan yang sedang berlangsung, Nigeria berada di jalur yang benar untuk memastikan bahwa seluruh masyarakatnya dapat memahami dan memanfaatkan potensi blockchain dan Web3. Mengatasi hambatan bahasa adalah langkah penting menuju inklusi digital yang lebih luas.

    Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

    *Disclaimer

    Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

      Referensi: