UNICEF Galang Dana $700.000 dari NFT untuk Sekolah Tanpa Internet!

UNICEF Galang Dana $700.000 dari NFT untuk Sekolah Tanpa Internet!

Masyarakat di negara maju mungkin seringkali menganggap remeh keberadaan internet karena kemudahan akses dan lengkapnya fasilitas untuk dapat terkoneksi dengan internet. Berdasarkan data dari UNICEF, terdapat sekitar 2,9 miliar orang di dunia ini yang belum memiliki konektivitas ke internet.

Data yang diberikan oleh UNICEF tersebut menyoroti bahwa sebagian besar masyarakat yang hidup tanpa internet ini tinggal di berbagai negara berkembang. Fakta ini membuat banyak anak dirugikan oleh kurangnya konektivitas terhadap internet di sekolah-sekolah lokal.

UNICEF Buka Penggalangan Dana Berbasis NFT

Menyikapi masalah ini, UNICEF memimpin sebuah inisiatif berupa usaha patungan yang dibantu oleh International Telecommunication Union dengan membentuk program Giga pada tahun 2019.

Gerben Kijne, manajer produk blockchain di Giga, menjelaskan bahwa program Giga berhasil membuat kemajuan dalam menghubungkan sekolah ke internet di berbagai negara berkembang di seluruh dunia. Gerben Kijne juga berbicara tentang program Giga dan eksperimen penggalangan dana NFT Patchwork Kingdoms di Blockchain Expo Amsterdam.

Prosedur Pelaksanaan Program Giga

Langkah pertama dalam pelaksaanan program ini dimulai dari proses pemetaan sekolah dan konektivitasnya melalui sebuah teknologi bernama Project Connect. Project Connect bertujuan untuk memetakan konektivitas real-time dari setiap sekolah di dunia.

Giga menggunakan learning machine untuk memindai gambar satelit guna mengidentifikasi sekolah di sebuah peta open-source. Hingga saat ini, proyek ini telah memetakan lebih dari 1,1 juta sekolah di 49 negara dan menghubungkan konektivitas data untuk sepertiga dari sekolah-sekolah tersebut.

Setelah mengidentifikasi sejumlah sekolah yang membutuhkan akses internet, langkah selanjutnya adalah menciptakan inisiatif penggalangan dana dengan memanfaatkan teknologi blockchain, cryptocurrency, dan *non-fungible token(*NFT).

Baca Juga: Luncurkan NFT, FIFA Jadikan Piala Dunia 2022 Makin Meriah!

UNICEF Berhasil Kumpulkan Dana $700.000 Melalui Penggalangan Dana NFT

Dilansir dari Cointelegraph, Kijne mengatakan bahwa program Giga diinisiasi dengan memanfaatkan popularitas NFT dan melakukan eksperimen penggalangan dana NFT pada Maret 2022. Giga bekerja sama dengan seniman Belanda bernama Nadieh Bremer untuk meluncurkan 1000 koleksi NFT yang dicetak di blockchain Ethereum.

(Hypebeast)

NFT tersebut diproduksi menggunakan data sekolah Giga untuk mewakili mereka yang memiliki dan tidak memiliki konektivitas internet. Penjualan NFT ini berhasil mengumpulkan dana sekitar 240 Ether (ETH) atau senilai $700.000 yang langsung digunakan untuk memberikan akses internet ke sejumlah sekolah yang membutuhkan.

“Saya pikir NFT menyediakan kasus penggunaan yang sangat menarik. Salah satu hal yang mulai kita lihat adalah seperti apa kegiatan filantropi generasi berikutnya dikembangkan? Saat ini jika Anda pergi ke UNICEF, Anda mungkin tahu apa yang Anda dapatkan. Hal yang Anda dapatkan mungkin seputar ‘email terima kasih’ atau semacamnya. Saat ini Anda bisa mendapatkan NFT”.

Gerben Kijne – Manajer produk blockchain di Giga

Program Giga: Membuka Jalan Inovasi Penggalangan Dana Berbasis NFT

UNICEF NFT Giga
(UNICEF)

Kijne percaya bahwa NFT dapat menyediakan koneksi yang lebih dekat dengan para donatur. Ia juga menyoroti penggunaannya untuk melacak dampak donasi melalui kepemilikan NFT sekolah tertentu dan memantau kapan dana yang terkumpul “diuangkan” untuk membayar konektivitas internet.

Banyak pembelajaran yang dapat diambil dari inisiatif penggalangan dana berbasis NFT ini. Program ini dianggap berjalan dengan sukses dan memberikan kasus penggunaan yang menarik bagi NFT berbasis blockchain sebagai sarana penggalangan dana dan pembangunan komunitas yang transparan.

Semua koleksi NFT tersebut berhasil terjual habis hanya dalam waktu 3 jam pada Maret 2022 dengan dana yang berhasil dikumpulkan sebesar $550.000. Selain itu, ada pula tambahan sebesar 20% dana yang terkumpul yang berasal dari penjualan sekunder di marketplace OpenSea.

Referensi: