Demi Keamanan, Uni Eropa Bahas Zero-Knowledge Proofs Untuk Identitas Digital

author:

Demi Keamanan, Uni Eropa Bahas Zero-Knowledge Proofs Untuk Identitas Digital

Dilansir dari Cointelegraph (16/2/23), usulan untuk menggunakan zero-knowledge proofs untuk identitas digital telah mendapatkan persetujuan oleh Komite Uni Eropa, dan selanjutnya dapat menjadi bagian dari undang-undang yang diperbarui.

Parlemen Eropa Dukung Identitas Digital

Parlemen Eropa Dukung Identitas Digital

Menurut laporan Find Biometrics (16/2/23), anggota komite Parlemen Eropa telah mendukung dokumen identitas digital yang diusulkan Uni Eropa dan mengadopsi persyaratan yang memastikan bahwa dokumen tersebut dapat diakses oleh penduduk Uni Eropa tanpa mengharuskan mereka mengganti identitas fisiknya.

Terkenal dengan peraturan privasi dan perlindungan data yang ketat, Uni Eropa telah membuat langkah penting untuk merangkul privasi dalam ruang identitas digital. Pada tanggal 9 Februari, Komite Industri, Riset dan Energi memasukkan standar zero-knowledge proofs dalam amandemen kerangka kerja identitas digital Eropa (eID). Dengan usulan rancangan tersebut, terdapat 55 suara setuju, 8 suara menentang, dan dua suara abstain.

Lebih lanjut, kerangka kerja yang telah diubah ini mengharuskan pemerintah Uni Eropa untuk menyediakan dompet digital yang memungkinkan warga negara untuk mengonfirmasi identitas mereka secara online, tanpa memaksa mereka untuk mendapatkan eID dari penyedia komersial. Setelah mendapatkan persetujuan, kini draf tersebut akan dilanjutkan ke tahap negosiasi trilog.

Meskipun draf terbaru masih belum tersedia untuk umum, siaran pers menyebutkan bahwa warga negara Uni Eropa akan diberikan kendali penuh atas data mereka, dengan opsi untuk memutuskan informasi apa yang akan dibagikan dan dengan siapa.

Baca juga: Ethereum Makin Aman! Vitalik Buterin Lakukan Hal Ini untuk Tingkatkan Privasi Blockchain

Sumber: Twitter

Dalam thread-nya di Twitter, Jonas Fredriksen selaku direktur senior untuk urusan pemerintah Uni Eropa mengatakan, eID yang baru akan memungkinkan warga negara untuk mengidentifikasi dan mengautentikasi diri mereka sendiri secara online (melalui dompet identitas digital Eropa) tanpa harus menggunakan penyedia layanan komersial, seperti yang terjadi saat ini, yang dikatakan sebagai sebuah praktik yang menimbulkan masalah kepercayaan, keamanan, dan privasi.

Maraknya Teknologi Zero-Knowledge Proofs

Teknologi Zero-Knowledge Proofs

Menurut laporan Cointelegraph, zero-knowledge proofs baru-baru ini menjadi pusat perhatian para peneliti karena memungkinkan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan privasi dalam mata uang digital.

Makalah bersama yang ditulis oleh Mina Foundation yang berbasis di San Francisco, operator Protokol Mina; bank Hauck Aufhäuser Lampe dari Jerman; dan Pusat Interdisipliner untuk Keamanan, Keandalan, dan Kepercayaan Universitas Luksemburg menunjukkan bagaimana zero-knowledge dapat dihubungkan ke sistem identitas elektronik eIDAS di Eropa secara tepat.

Meski begitu, tidak semua orang yakin dengan solusi tersebut. Salah satu contohnya adalah Balázs Némethi, CEO Veri Labs dan salah satu pendiri kycDAO, mengklaim bahwa zero-knowledge proofs saja tidak cukup, dan ia menyarankan untuk hanya mengandalkan solusi off-chain.

Tak hanya Uni Eropa, baru-baru ini, Polygon juga mengumumkan adanya peluncuran teknologi zero-knowledge Ethereum Virtual Machine (zkEVM) di mainnet beta pada bulan Maret 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya. Baca selengkapnya di Punya Rencana di Bulan Maret, Harga Polygon (MATIC) Naik 10% Hari Ini.


Referensi: