Uang Digital Dirham Meluncur, Bagaimana Potensi Masa Depannya?

Uang Digital Dirham Meluncur, Bagaimana Potensi Masa Depannya?

Cryptocurrency kini semakin populer dan digunakan secara luas di berbagai belahan dunia. Salah satu negara yang baru saja meluncurkan mata uang digitalnya adalah Uni Emirat Arab (UEA).

Negara ini berhasil melakukan transfer uang digital dirham pertama melalui platform Central Bank Digital Currency (CBDC) mBridge pada tanggal 29 Januari 2024. Transfer uang lintas batas senilai 50 juta dirham ($13,6 juta) ini dikirim ke Tiongkok menggunakan platform mBridge multi-CBDC. Simak berita lengkpanya berikut ini!

mBridge, Platform CBDC Internasional

mbridge cbdc dirham
Bank-bank komersial yang berpartisipasi dalam Proyek mBridge. Sumber: Pusat Inovasi BIS

Proyek mBridge diperkenalkan pada tahun 2021 oleh otoritas moneter Tiongkok, Hong Kong, Thailand, dan UEA bekerja sama dengan Bank for International Settlement (BIS). mBridge merupakan satu-satunya kemitraan kolaboratif internasional yang melibatkan Tiongkok.

Proyek ini berhasil menyelesaikan uji coba pertamanya pada bulan September 2022. Platform mBridge telah menggandeng beberapa bank komersial dari setiap negara anggota yang berpartisipasi untuk mengerjakan infrastruktur dan teknologinya.

Platform buku besar mBridge menggunakan infrastruktur akses langsung platform tunggal untuk melakukan transaksi peer-to-peer secara real-time dengan mekanisme konsensus HotStuff+. Platform CBDC ini memungkinkan transfer mata uang digital nasional masing-masing negara peserta lebih cepat.

Baca Juga: Ditanya Soal CBDC, Tanzania Akui Masih Maju Mundur. Ada Apa?

Kekhawatiran AS dan Adopsi CBDC Global

Salah satu anggota Kongres Amerika Serikat, Maxine Waters, yang merupakan anggota Komite Layanan Keuangan DPR, menyuarakan kekhawatirannya tentang potensi proyek mBridge yang dapat digunakan sebagai kedok untuk menghindari sanksi ekonomi.

Setelah popularitas teknologi blockchain dan penggunaan mata uang digital pada buku besar terdistribusi, pemerintah di seluruh dunia mulai mengeksplorasi penggunaan teknologi blockchain untuk menciptakan mata uang digital nasional yang diterbitkan oleh bank sentral.

Menurut laporan BIS, hampir 90% bank sentral di seluruh dunia berencana untuk mengadopsi CBDC. Dari jumlah tersebut, 11 negara telah meluncurkan CBDC, 15 negara dalam tahap uji coba, dan 26 negara dalam tahap pengembangan.

Baca Juga: Robert F. Kennedy Jr. dan Donald Trump Bersatu Menentang CBDC? Ini Faktanya!

UEA Melakukan Pembayaran Lintas Batas Pertama Menggunakan Mata Uang Digital

mica di eropa
Sumber: Finance Magnates

Selain peluncuran platform mBridge, UEA juga melakukan pembayaran lintas batas pertama menggunakan mata uang digital. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, Wakil Presiden, Wakil Perdana Menteri, Ketua Pengadilan Kepresidenan, dan Ketua Dewan Bank Sentral UEA, melakukan pembayaran lintas batas pertama untuk mata uang digital Bank Sentral UEA, “Digital Dirham,” langsung ke Tiongkok senilai 50 juta dirham melalui “mBridge.”

Pembayaran ini dilakukan saat Sheikh Mansour menghadiri perayaan Ulang Tahun ke-50 Bank Sentral UEA. Ia juga menyaksikan kelulusan angkatan pertama dari program “Ethraa” yang terdiri dari 1.056 warga negara pria dan wanita.

Program ini bertujuan untuk mendorong keterwakilan warga negara UEA di sektor keuangan dengan membangun kapasitas nasional tingkat tinggi dan mengkualifikasi generasi ahli nasional yang mampu memimpin sektor bisnis di UEA.

Kesimpulan

Peluncuran mata uang digital dirham dan keberhasilan transfer uang lintas batas UEA melalui platform mBridge menandai babak baru dalam dunia keuangan global. Adopsi CBDC semakin meluas dan diperkirakan akan mengubah lanskap sistem moneter internasional. Bagaimana nasib rupiah di tengah perkembangan ini? Apakah Indonesia akan mengikuti jejak UEA dan meluncurkan mata uang digital sendiri?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi