Akun Twitter Trezor Diretas dan Promosikan Penipuan Kripto, Kok Bisa?

Akun Twitter Trezor Diretas dan Promosikan Penipuan Kripto, Kok Bisa?

Jakarta, Pintu News – Perusahaan dompet perangkat keras mata uang kripto, Trezor, mengalami pelanggaran keamanan besar pada tanggal 19 Maret, ketika akun media sosial X resminya diretas dalam dugaan serangan SIM-swap. Akun yang disusupi tersebut mulai mempromosikan penipuan kripto yang rumit dengan mengiklankan penjualan token palsu. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kronologi Kejadian

Insiden ini pertama kali terungkap ketika penyelidik blockchain, ZachXBT, membunyikan alarm kepada 528.000 pengikutnya, mengungkapkan bahwa akun Trezor mulai mempromosikan penjualan token “$TRZR” palsu di blockchain Solana. Perusahaan keamanan kripto, Scam Sniffer, juga dengan cepat menandai aktivitas tersebut sebagai berbahaya.

Postingan promosi tersebut menginstruksikan pengguna untuk mengirim dana ke alamat dompet Solana yang tidak sah yang dikendalikan oleh para penyerang. Mereka juga membagikan tautan ke kontrak “wallet drainer” yang dirancang untuk menyedot aset digital dari siapa pun yang berinteraksi dengannya.

Bertujuan untuk mendorong lebih banyak keterlibatan, para peretas bahkan menyebut “Slerf” – sebuah proyek memecoin di jaringan Solana. Meskipun promosi penipuan ini akhirnya dihapus, kerusakan telah terjadi. Menurut perkiraan, para penyerang berhasil mencuri sekitar $8.100.

Baca Juga: ParaSwap Gagalkan Upaya Peretasan pada Kerentanan Kontrak Augustus v6!

Dampak terhadap Reputasi Trezor

akun x trezor diretas
Sumber: Akun X ZachBXT

Insiden ini merupakan pukulan besar bagi reputasi perusahaan yang berfokus pada keamanan tersebut, yang telah menjual lebih dari 2 juta dompet perangkat keras di seluruh dunia sejak didirikan pada tahun 2012.

Analis kripto terkemuka, John Holmquist, mengecam Trezor, dengan menyatakan, “Saat yang tepat untuk menyebutkan bahwa Anda dapat menggunakan Trezor sebagai kunci keamanan untuk 2FA guna mengamankan akun Twitter Anda?” yang menunjukkan kurangnya perlindungan seperti autentikasi dua faktor yang memungkinkan terjadinya pelanggaran.

Trezor telah menghubungi semua 66.000 individu yang berpotensi terpengaruh untuk memberi tahu mereka tentang situasi tersebut. Perusahaan tersebut juga telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan akun media sosialnya dan memperingatkan pengguna untuk tidak berinteraksi dengan tautan atau alamat dompet yang mencurigakan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi