Komika Terkenal Trevor Noah Menyesal Tidak Membeli BTC Saat BTC Sentuh $57.000

Komika Terkenal Trevor Noah Menyesal Tidak Membeli BTC Saat BTC Sentuh $57.000

Harga mata uang crypto terkemuka, Bitcoin, baru-baru ini mencapai titik tertinggi dalam lebih dari dua tahun, menyentuh angka $57.000. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk melonjaknya volume pada bursa yang diperdagangkan di tempat (ETF) BTC spot dan pembelian institusional.

Di tengah kenaikan harga ini, komedian Afrika Selatan Trevor Noah mengakui bahwa kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah tidak berinvestasi di BTC saat harganya masih sangat rendah.

Kesalahan Terbesar Trevor Noah: Tidak Membeli Bitcoin Lebih Awal

Dalam sebuah acara konferensi teknologi di Qatar, Trevor Noah ditanya tentang kesalahan terbesar yang pernah ia buat dalam hidupnya. Tanpa ragu, ia menjawab bahwa kesalahan terbesarnya adalah tidak membeli Bitcoin saat harganya masih sangat rendah.

Baca Juga: Investor Ritel Ramaikan Pasar Crypto, Bitcoin dan Ethereum Jadi Primadona

Noah mengatakan bahwa ia mengetahui tentang Bitcoin sejak awal, tetapi ia tidak memahami potensinya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berharga. Ia mengakui bahwa ia tidak meluangkan waktu untuk memahami teknologi di balik Bitcoin dan melewatkan kesempatan untuk berinvestasi saat harganya masih sangat rendah.

Sekarang, setelah melihat harga Bitcoin yang terus meningkat, Noah menyesali keputusannya. Ia mengatakan bahwa ia berharap dapat kembali ke masa lalu dan membeli Bitcoin saat harganya masih rendah, sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan besar.

Kenaikan Harga Bitcoin dan Faktor Pendukungnya

Kenaikan Harga Bitcoin dan Faktor Pendukungnya
YouTube

Kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah melonjaknya volume pada bursa yang diperdagangkan di tempat (ETF) BTC spot. Volume perdagangan untuk sembilan ETF Bitcoin spot baru mencapai $2,4 miliar pada tanggal 26 Februari, melampaui rekor sebelumnya sebesar $2,2 miliar yang tercatat pada hari perdagangan pertama pada tanggal 11 Januari.

Faktor pendukung lainnya adalah pembelian institusional. Perusahaan perangkat lunak MicroStrategy baru-baru ini membeli 3.000 Bitcoin tambahan dengan total $155 juta, sehingga total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut menjadi 193.000 BTC. Pembelian ini menambah nilai kepemilikan Bitcoin MicroStrategy menjadi $10,8 miliar, meskipun sebelumnya diperoleh dengan harga $6,09 miliar.

Prospek Bitcoin dan Peluang Investasi

Kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini menunjukkan bahwa mata uang crypto tersebut sedang dalam tren naik yang baru. Para ahli memperkirakan bahwa Bitcoin dapat mengalami kenaikan yang signifikan menjelang peristiwa halving yang sangat dinanti-nantikan. Halving adalah peristiwa di mana hadiah penambangan Bitcoin dipotong setengah, yang secara historis mendorong kenaikan harga.

Dengan prospek kenaikan harga yang positif, Bitcoin menjadi peluang investasi yang menarik. Meskipun harganya saat ini cukup tinggi, masih ada potensi keuntungan yang besar bagi investor yang bersedia mengambil risiko. Namun, penting untuk diingat bahwa investasi dalam mata uang crypto selalu mengandung risiko, sehingga investor crypto harus mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Penutup

Trevor Noah mungkin menyesali keputusannya tidak membeli Bitcoin lebih awal, tetapi masih belum terlambat bagi investor crypto lain untuk mengambil kesempatan ini. Dengan prospek kenaikan harga yang positif dan peristiwa Bitcoin halving yang semakin dekat, Bitcoin menjadi peluang investasi yang menarik bagi mereka yang bersedia mengambil risiko.

Baca Juga: 5 Token LSDFi Terbaik 2024: Pendle, Origin Ether, Tenet, Prisma Governance, Lybra

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi