AI dan Machine Learning Mempercepat Proses Pemeriksaan Bagasi di Bandara Changi Singapura!

AI dan Machine Learning Mempercepat Proses Pemeriksaan Bagasi di Bandara Changi Singapura!

Bandara Changi di Singapura tengah melakukan uji coba terhadap sistem yang berbasis pada kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk melakukan pemeriksaan bagasi kabin di pintu keberangkatan. Diharapkan, sistem ini mampu mempercepat proses pemeriksaan dan mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia. Simak berita lengkapnya berikut ini!

AI dan Machine Learning Meningkatkan Efisiensi Pemeriksaan Bagasi

ai dan machine learning ai
Sistem Deteksi Barang Terlarang Otomatis secara otomatis menandai barang yang dicurigai sebagai barang terlarang dengan warna merah untuk ditinjau lebih lanjut. FOTO: GRUP BANDARA CHANGI

Changi Airport Group (CAG) di Singapura tengah melakukan uji coba terhadap sistem yang memanfaatkan AI dan machine learning untuk melakukan pemeriksaan dan interpretasi gambar dari mesin X-ray yang digunakan untuk memeriksa bagasi kabin di pintu keberangkatan. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi waktu pemrosesan gambar dan mengurangi kesalahan manusia.

Teknologi pemeriksaan keamanan berbasis AI ini, yang dikenal sebagai Automated Prohibited Items Detection System (Apids), masih dalam tahap awal pengembangan. Saat ini, sistem ini digunakan untuk membantu petugas keamanan dalam menyoroti barang-barang yang berpotensi berbahaya.

Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan tingkat otomatisasi sehingga petugas keamanan hanya perlu memeriksa secara manual tas yang ditandai oleh sistem. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pemeriksaan hingga 50 persen, sekaligus memungkinkan optimalisasi dan penempatan ulang sumber daya manusia ke area lain.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Changi Airport Merambah ke Metaverse dengan ‘ChangiVerse’ di Roblox!

Apids: Teknologi Mutakhir untuk Keamanan Bandara

Apids dirancang untuk menangani gambar 2D dan 3D, dan saat ini diakui sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan pemeriksa dan meningkatkan efisiensi pemeriksa keamanan bandara. Hasil awalnya menjanjikan, karena sistem berbasis AI yang baru diterapkan ini terbukti setara dengan, atau dalam beberapa kasus, bahkan lebih unggul dari pemeriksa keamanan manusia dalam mengidentifikasi beberapa barang terlarang yang dibatasi dalam tas bawaan, yang telah dilatih sistem untuk mendeteksi.

Menggunakan algoritma AI untuk memeriksa gambar X-ray dari pemindai tas dapat mencapai kecepatan hingga lima kali lebih cepat dibandingkan dengan operator manusia. Pengujian algoritma AI ini sedang berlangsung di berbagai lokasi di seluruh dunia, termasuk China, Belanda, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Ikuti Jejak Etihad Airways, Maskapai Volaris Luncurkan 10 Desain Unik NFT!

Changi Airport: Masa Depan Keamanan Bandara

Dengan jumlah tas yang meningkat seiring dengan pemulihan perjalanan udara yang kuat di Bandara Changi dan penumpang yang membawa lebih banyak barang dalam tas mereka, salah satu area perbaikan utama untuk Apids adalah untuk mengurangi tingkat alarm palsu agar sistem ini layak secara operasional, serta untuk memperluas daftar barang terlarang yang dapat dideteksi oleh sistem.

Meskipun demikian, masih diperlukan lebih banyak pekerjaan di bidang regulasi. Meskipun protokol telah dikembangkan di Eropa untuk menilai apakah Apids dapat memenuhi standar pemeriksaan keamanan internasional, CAG mengatakan bahwa masih diperlukan diskusi lebih lanjut antara badan internasional dan regulator negara tentang kebijakan untuk mengadopsi teknologi baru ini.

Dengan penggunaan AI dan machine learning, Bandara Changi Singapura berada di garis depan revolusi keamanan bandara. Dengan sistem ini, pemeriksaan bagasi menjadi lebih cepat dan efisien, dan kesalahan manusia dapat diminimalkan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: