Terungkap! Trader VIP Binance Telah Mengetahui Hukuman DOJ dan Nasib ‘CZ’ Lebih Awal

author:

Terungkap! Trader VIP Binance Telah Mengetahui Hukuman DOJ dan Nasib ‘CZ’ Lebih Awal

Kabar mengejutkan datang dari dunia crypto saat Binance, salah satu bursa crypto populer, terlibat dalam skandal hukum yang mengguncang industri. Informasi rahasia tentang denda besar dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan pengunduran diri CEO mereka, Changpeng Zhao, terungkap lebih awal kepada para trader VIP.

Simak ulasan mendalam tentang bagaimana Binance menghadapi salah satu denda korporat terbesar dalam sejarah AS dan dampaknya terhadap masa depan crypto.

Penyelesaian Denda Binance

Binance, raksasa pertukaran crypto, baru-baru ini menyelesaikan kasus hukum dengan DOJ dengan denda mencapai $4,3 miliar. Penyelesaian ini memungkinkan Binance untuk terus beroperasi di AS sebagai Binance US, namun dengan syarat memberikan akses database kepada otoritas.

Baca juga: CEO Baru Binance, Richard Teng, Ungkap Strategi Masa Depan dan Fokusnya!

Langkah ini menandai upaya pemerintah AS untuk mengatur dan mengawasi pasar crypto yang terus berkembang. Trader VIP Binance dilaporkan telah mengetahui tentang denda ini jauh sebelum informasi tersebut menjadi publik.

Dalam sebuah pertemuan di Singapura, mereka mendapat bocoran tentang masalah hukum yang dihadapi perusahaan dengan otoritas Amerika. Meskipun Binance membantah keakuratan laporan tersebut, mereka tidak menjelaskan detail mana yang salah.

CZ Keluar dari Jabatan CEO

Changpeng Zhao, yang akrab disapa CZ, telah menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatan CEO Binance sejak Mei dalam panggilan rutin dengan manajemen perusahaan. Keputusan ini terkonfirmasi ketika Zhao mengaku bersalah atas tuduhan kriminal di pengadilan Seattle, yang berujung pada pengundurannya.

Zhao menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga $500,000, ditambah keuntungan yang diperoleh dari kejahatan yang dituduhkan. Selain itu, Zhao dilarang meninggalkan AS hingga pengadilan di Seattle memutuskan apakah ia harus tetap di negara itu sampai sidangnya pada 23 Februari 2024.

Binance sendiri menghadapi tiga tuduhan kriminal, termasuk menjalankan bisnis keuangan tanpa lisensi dan melanggar Undang-Undang Kekuatan Keuangan Darurat.

Baca juga: Binance dan Denda $4 Miliar: Masalah Besar atau Pencerahan bagi Industri Crypto?

Masa Depan Binance dan Crypto

Meskipun Binance telah menyelesaikan kasus dengan DOJ, tantangan hukum mereka belum berakhir. SEC masih melanjutkan kasus terhadap Binance terkait dugaan penyalahgunaan dana pelanggan dan akses ilegal oleh warga Amerika ke platform.

Binance, yang awalnya berkembang di China, telah menghadapi penindasan terhadap crypto dan pindah operasinya ke berbagai negara, meskipun mengklaim tidak memiliki kantor pusat formal.

Kasus Binance mengungkapkan kerentanan industri crypto terhadap regulasi dan hukum yang berlaku. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para pelaku pasar crypto untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan, demi menjaga kepercayaan investor dan kelangsungan bisnis di masa depan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: