Toncoin Geser Avalanche: Akankah Integrasi Telegram Memicu Bull Run Berkelanjutan?

Toncoin Geser Avalanche: Akankah Integrasi Telegram Memicu Bull Run Berkelanjutan?

Toncoin baru-baru ini terintegrasi dengan Telegram, membantu harga TON mendapatkan momentum bullish dan menggeser AVAX.

Integrasi Telegram Dongkrak Harga Toncoin

Di tengah kondisi pasar yang menantang, Toncoin berhasil mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan harga lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini membawa Toncoin kembali masuk ke dalam jajaran 10 mata uang crypto teratas. Pada saat penulisan, TON diperdagangkan pada harga $5,4 dengan kapitalisasi pasar crypto lebih dari $18,7 miliar, menjadikannya mata uang crypto terbesar ke-10.

Baca Juga: Bitcoin Siap Menghadapi Badai Harga Sempurna Akibat Kebijakan The Fed

Selain itu, kenaikan harga ini juga diiringi dengan peningkatan volume perdagangan sebesar 40%, yang menjadi fondasi bagi lonjakan harga. Salah satu faktor utama di balik reli bullish ini adalah integrasi terbaru Toncoin dengan Telegram.

Telegram baru-baru ini meluncurkan pembayaran TON untuk pengiklan dan pembayaran crypto untuk kreator konten di platformnya. Setelah pengumuman Telegram tersebut, aktivitas jaringan blockchain Toncoin melonjak dengan mencatatkan 156.000 dompet TON aktif, yang merupakan sinyal positif.

Mampukah Toncoin Mempertahankan Keunggulannya?

Mampukah Toncoin Mempertahankan Keunggulannya?
TradingView

Setelah Toncoin berhasil menggeser AVAX menjadi mata uang crypto terbesar ke-10, penting untuk menganalisis metriknya untuk melihat apakah token tersebut dapat mempertahankan tren kenaikan harga ini. Analisis menunjukkan bahwa setelah mengalami penurunan, pasokan TON di luar bursa meningkat pada tanggal 4 April.

Hal ini terjadi sementara pasokan token di bursa menurun, yang mengindikasikan bahwa tekanan beli pada Toncoin cukup tinggi. Namun, whale crypto (investor crypto besar) tampaknya kurang percaya diri terhadap TON, yang dibuktikan dengan penurunan pasokan yang dipegang oleh alamat-alamat teratas.

Menariknya, meskipun harga Toncoin mengalami kenaikan, sentimen tertimbangnya tetap berada di zona negatif, yang berarti sentimen bearish masih dominan. Volume sosialnya juga menurun selama beberapa hari terakhir, yang mencerminkan penurunan popularitas TON.

Penutup

Integrasi Toncoin dengan Telegram telah memberikan dampak positif pada harga TON, membantu mata uang crypto ini kembali masuk ke dalam jajaran 10 mata uang crypto teratas. Namun, masih harus dilihat apakah Toncoin dapat mempertahankan keunggulannya di tengah kondisi pasar yang tidak pasti.

Analisis metrik dan indikator teknis menunjukkan bahwa ada potensi untuk kenaikan harga lebih lanjut, tetapi sentimen pasar dan volume sosial yang rendah dapat menjadi tantangan bagi Toncoin.

Baca Juga: BlackRock Gandeng Raksasa Wall Street untuk ETF Bitcoin

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi