Terungkap! Tether Siapkan Laporan Data Cadangan Real-Time Pada 2024

Terungkap! Tether Siapkan Laporan Data Cadangan Real-Time Pada 2024

Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, berencana meningkatkan transparansi dengan menawarkan laporan data cadangan real-time pada 2024. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang dukungan finansial mereka.

Transparansi Tether Meningkat

Tether Holdings, yang menerbitkan Tether [USDT], dikabarkan sedang merencanakan peningkatan frekuensi peluncuran laporan data cadangannya.

Paolo Ardoino, Chief Technology Officer dan CEO mendatang Tether, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang merancang rencana untuk mempublikasikan data cadangan secara real-time pada 2024, menurut Bloomberg.

Baca Juga: Sebuah Dokumen Ungkapkan USDT Gunakan Jaminan Sekuritas China, Begini Respon Tether

Halaman transparansi Tether menunjukkan bahwa penerbit stablecoin ini mempublikasikan dan memperbarui data cadangannya setidaknya sekali sehari.

Selain pembaruan harian ini, Tether juga menyediakan tinjauan cadangan bulanan dan kuartalan.

Peningkatan Aktivitas Tether

tether dan pasar stablecoin
Sumber: Cryptopolitan

Langkah menuju pengungkapan data cadangan real-time ini datang di saat Tether terus mendapatkan momentum. Meski pasar crypto mengalami stagnasi sepanjang 2023, Tether melaporkan dalam pembaruan Q2 bahwa aset perusahaan telah meningkat sebesar 5,7% menjadi $86,5 miliar.

Perusahaan juga mencatat laba operasional lebih dari $1 miliar, menandai peningkatan substansial 30% dari kuartal sebelumnya. Dalam perkembangan lain yang patut diperhatikan, aktivitas pinjaman stablecoin Tether meningkat pada 2023. Hal ini terjadi meski perusahaan sebelumnya mengumumkan penghentian pinjaman semacam itu pada Desember 2022.

Tether Melawan Aktivitas Crypto yang Melanggar Hukum

Baru-baru ini, Tether membekukan 32 alamat yang terlibat dalam aktivitas ilegal di Israel dan Ukraina, totalnya mencapai $873.118,34. Perusahaan stablecoin ini bekerja sama dengan NBCTF Israel untuk melawan terorisme yang didorong oleh crypto.

Tether telah aktif terlibat dalam penyelidikan, bekerja sama dengan 31 agensi di 19 yurisdiksi untuk membekukan aset senilai $835 juta, terutama terkait pencurian, termasuk peretasan blockchain dan bursa.

Paragraf Penutup

Meski skeptisisme industri blockchain, Paolo Ardoino, CEO Tether, menekankan komitmen sektor crypto untuk mencegah penggunaan yang melanggar hukum.

Baca Juga: Tether Pasang Strategi Baru: Beli Bitcoin dari 15% Laba Bersihnya!

Dia menyoroti transparansi dan pelacakan transaksi crypto. Ardoino juga memperkuat tekad industri untuk berkolaborasi dengan agensi penegak hukum global demi keamanan dan integritas finansial.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi