Tether Berkolaborasi dengn Chainalysis untuk Pantau Aktivitas Ilegal di Pasar Sekunder

author:

Array

Tether Berkolaborasi dengn Chainalysis untuk Pantau Aktivitas Ilegal di Pasar Sekunder

Jakarta, Pintu News – Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT, baru-baru ini menjalin kerja sama dengan platform data blockchain Chainalysis.

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan transaksi koin Tether, dengan fokus khusus pada pendeteksian dan pengurangan risiko yang terkait dengan aktivitas ilegal dan pelanggaran sanksi.

Upaya Tether Meningkatkan Kepatuhan

Sumber: X

Langkah Tether untuk meningkatkan sistem pemantauan transaksinya muncul di tengah meningkatnya tekanan dari regulator di seluruh dunia. Kekhawatiran telah muncul mengenai potensi penggunaan USDT untuk menghindari sanksi internasional dan menutupi berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Baca juga: Tether Raup Untung Bersih Fantastis di Q1 2024, Bitcoin dan Emas Jadi Penyumbang Terbesar!

Sebagai contoh, terdapat dugaan bahwa USDT digunakan oleh perusahaan minyak milik negara Venezuela untuk menghindari sanksi Amerika Serikat.

Selain itu, sebuah laporan PBB yang dirilis awal tahun ini mengungkapkan bahwa USDT banyak digunakan dalam perbankan bawah tanah dan pencucian uang di seluruh Asia Timur dan Tenggara.

Alat Pemantauan dan Fungsinya

Kemitraan dengan Chainalysis menyediakan serangkaian alat canggih untuk menganalisis aliran USDT di luar transaksi pasar dasar yang dikelola oleh Tether. Alat-alat ini meliputi fitur Sanctions Monitoring dan Illicit Transfers Detector.

Fitur pertama memberikan daftar lengkap transaksi yang terkait dengan entitas yang dikenai sanksi, sementara fitur kedua membantu menemukan aliran keuangan yang mencurigakan, terutama yang mungkin terkait dengan tindakan teroris.

Melalui integrasi ini, Tether berupaya mendeteksi dan mengelola risiko dompet dan transaksi berisiko tinggi secara dini. Komponen penting lainnya dari sistem ini adalah Largest Wallet Analysis, yang memungkinkan pemeriksaan pemegang USDT utama dan pola transaksi mereka.

Baca juga: AltLayer Gandeng Polyhedra Hadirkan Interoperabilitas Lintas Rantai untuk Rollup!

Analisis semacam itu membantu dalam menemukan pola distribusi dan pergerakan USDT dalam jumlah besar, fitur lain yang penting untuk deteksi anomali dan potensi ancaman.

Kinerja Ekonomi Tether yang Menguat

Di tengah upaya peningkatan kepatuhan, Tether juga mengumumkan peningkatan besar dalam kinerja ekonominya, dengan laba bersih sebesar $4,52 miliar untuk kuartal pertama tahun 2024.

Keberhasilan ini dikaitkan dengan operasi perusahaan yang kuat dan investasi yang ditargetkan di berbagai sektor, seperti AI, energi terbarukan, dan teknologi blockchain.

Secara keseluruhan, kolaborasi Tether dengan Chainalysis merupakan langkah penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pasar mata uang kripto.

Upaya proaktif yang dilakukan oleh Tether, termasuk kerja sama dengan 124 lembaga penegak hukum di 43 yurisdiksi saat ini, menunjukkan ambisi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam hal kepatuhan yang ketat dan standar pemantauan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array