Gak Terduga, 69% Orang Percaya Kalau Metaverse Bisa Ubah Kehidupan Mereka

Gak Terduga, 69% Orang Percaya Kalau Metaverse Bisa Ubah Kehidupan Mereka

Dilansir dari Cointelegraph, crypto memiliki prospek yang tinggi untuk masa depan industri. Baik pengguna maupun investor terus memenuhi industri crypto, terutama di area yang berkaitan dengan Metaverse. Industri Metaverse juga diperkirakan akan menghasilkan nilai $5 triliun dalam 7 tahun ke depan.

Baru-baru ini, sebuah survei menunjukkan bahwa lebih dari 50% orang percaya bahwa hiburan Metaverse bisa mengubah social lifestyle atau kehidupan sosial mereka. Kira-kira bagaimana hasil surveinya secara rinci? Simak berita lengkapnya berikut ini!

69% Responden Percaya Teknologi Metaverse Bisa Ubah Kehidupan Sosial Mereka

Baru-baru ini muncul sebuah hasil survei yang diterbitkan oleh CoinWire, yang melakukan survei terhadap lebih dari 10.000 investor di industri crypto pada Desember 2022. Hasil survei tersebut menemukan bahwa sentimen pengguna terhadap Metaverse memiliki realitas digital yang siap untuk mempengaruhi semua bidang kehidupan sosial.

Persentase Metaverse Trend
Persentase Metaverse Trend. Sumber: CoinWire

Berdasarkan hasil survei yang tercantum pada gambar di atas, sebanyak 69% responden menyatakan bahwa mereka menaruh kepercayaan pada Metaverse untuk membentuk kembali gaya hidup sosial dengan pendekatan baru terhadap hiburan. Tidak hanya itu, 65% responden juga percaya pada pendekatan baru Metaverse terhadap aktivitas sosial.

Sentimen tentang bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi keuangan, bisnis dan pendidikan juga menunjukkan angka yang tinggi yakni masing-masing sebesar 61,2%, 49,6% dan 45%.

Baca Juga: Wow, Wanita Lebih Suka Investasi Crypto Daripada Aset Lainnya, Kok Bisa?

China (78%) Menunjukkan Sentimen Positif Untuk Penggunaan Metaverse Harian

Persentase negara yang mengadopsi Metaverse.
Persentase negara yang mengadopsi Metaverse. Sumber: CoinWire

Dilansir dari Cointelegraph, survei ini juga menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (53%) yang berinvestasi di Metaverse juga memiliki cryptocurrency.

Menurut survei tersebut, Amerika Serikat menempati posisi teratas untuk inovasi Metaverse. Namun, China dan India menempati posisi teratas untuk sentimen positif terhadap penggunaan Metaverse harian, masing-masing menunjukkan persentase 78% dan 75%, seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

Baca Juga: China Punya 1.400 Perusahaan Berbasis Blockchain, Makin Pro Sama Crypto?

60% Responden Mengharapkan Regulasi yang Keberlanjutan di Industri Web3 dan Metaverse

Sumber: Freepik Premium License

Survei tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun hampir 9 dari 10 responden pernah mendengar istilah Web3, 52% masih memiliki ketidakpastian tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan “Web3” itu sendiri.

Sejalan dengan ketidakpastian yang dirasakan oleh banyak investor, lebih dari 60% mengatakan bahwa mereka menginginkan lebih banyak peraturan yang diterapkan pada industri ini. Sejak tahun lalu, regulator di seluruh dunia mulai mengadopsi dan mendiskusikan peraturan baru untuk industri crypto.

Meskipun demikian, area Web3 seperti Metaverse tetap berada di urutan teratas dalam daftar prioritas di banyak negara. Salah satu contohnya seperti pemerintah Korea Selatan yang baru-baru ini membuka kota Metaverse untuk layanan publik.

Seiring dengan berkembangnya Metaverse, hal ini akan memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi kehidupan sosial dengan cara yang lebih nyata. Sebagai contoh, fitur Metaverse baru yang mencakup sentuhan dan penciuman baru-baru ini telah diluncurkan di Consumer Electronics Show 2023 oleh salah satu perusahaan teknologi yang berbasis di Vermont, Amerika Serikat.

Referensi: