Blockchain di Afrika: Harapan Baru Atau Hanya Sebuah Ilusi?

Blockchain di Afrika: Harapan Baru Atau Hanya Sebuah Ilusi?

Teknologi blockchain, yang mendasari fenomena Bitcoin, menjanjikan transformasi besar di Afrika.

Dengan potensi untuk memberdayakan ekonomi dan masyarakat, banyak yang berpendapat bahwa blockchain bisa menjadi solusi untuk beberapa masalah terbesar benua ini. Namun, tantangan tetap ada.

Blockchain di Afrika: Potensi dan Tantangan

GT Igwe Chrisent, CEO SumoTrust, berpendapat bahwa sebelum teknologi blockchain dapat sepenuhnya diintegrasikan ke dalam masyarakat Afrika, kemiskinan harus diatasi terlebih dahulu.

Menurut laporan Bank Dunia, hanya 17% pekerja Nigeria yang memiliki pekerjaan berpenghasilan tinggi yang dapat mengangkat mereka dari kemiskinan.

Meskipun ada tantangan kemiskinan, Nigeria telah muncul sebagai salah satu negara paling aktif dalam adopsi dan ketertarikan terhadap Bitcoin dan crypto lainnya.

Baca Juga: Survei: Negara-Negara Miskin di Afrika Ungguli Adopsi Crypto, Temukan Fakta Menariknya!

Data dari Google Trends menunjukkan bahwa Nigeria berada di peringkat kedua dalam ketertarikan pencarian untuk kata kunci “Bitcoin”.

Presiden Nigeria saat ini, Bola Tinubu, telah merilis manifesto yang, jika diimplementasikan, akan memungkinkan penggunaan teknologi blockchain dan crypto dalam sektor perbankan dan keuangan negara.

Regulasi dan Pertumbuhan Pasar Crypto di Afrika

adopsi crypto afrika

Meskipun Afrika adalah salah satu pasar crypto dengan pertumbuhan tercepat di dunia, regulasi tetap menjadi tantangan.

Hanya seperempat negara di Afrika Sub-Sahara yang secara formal mengatur crypto, sementara 6 negara telah melarangnya.

Risiko menjadi lebih besar jika crypto diadopsi sebagai alat tukar legal, seperti yang dilakukan oleh Republik Afrika Tengah. Ini bisa menempatkan keuangan publik dalam risiko.

Namun, dengan potensi yang ditawarkan oleh blockchain, banyak negara di Afrika yang melihat teknologi ini sebagai peluang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan inklusi keuangan.

Inovasi dan Peluang dengan Blockchain di Afrika

Banyak startup di Afrika telah mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga layanan keuangan.

Misalnya, AgriLedger memungkinkan petani di Kenya untuk mengetahui pembeli mereka dan harga pasar saat ini.

BitPesa adalah platform pembayaran online yang memungkinkan transaksi dalam Bitcoin dan sekarang banyak digunakan sebagai layanan B2B.

Selain itu, ada juga inisiatif seperti Konferensi Blockchain Afrika 2018 yang diselenggarakan oleh IBM dan Microsoft, menunjukkan minat yang meningkat dalam teknologi ini di benua tersebut.

Baca Juga: Shiba Inu (SHIB) Jadi Crypto Paling Populer Kedua di Afrika Selatan!

Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, potensi blockchain di Afrika tidak dapat diabaikan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sipil, teknologi ini dapat membawa perubahan positif bagi benua ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: