Dukungan Terbatas untuk CBDC di Industri Investasi Global, Apa Kata Survei CFA Institute?

Dukungan Terbatas untuk CBDC di Industri Investasi Global, Apa Kata Survei CFA Institute?

Survei terbaru dari CFA Institute, sebuah asosiasi global untuk perbankan, investor, dan kepala keuangan, menunjukkan dukungan terbatas dan pemahaman yang kurang tentang bagaimana mata uang digital bank sentral (CBDC) akan berfungsi. Sebanyak 42% dari lebih dari 4.150 responden yang berpartisipasi dalam survei ini percaya bahwa CBDC harus diluncurkan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Hasil Survei CFA Institute tentang CBDC

dukungan cbdc berdasarkan geografi
Dukungan untuk CBDC berdasarkan geografi. Sumber: CFA Institute

Dilansir dari Cointelegraph, Survei yang dilakukan oleh CFA Institute menunjukkan bahwa hanya 42% dari responden yang mendukung peluncuran CBDC.

Meskipun sejumlah negara seperti Bahamas dan Nigeria telah meluncurkan CBDC, dan sekitar 130 negara lainnya yang mewakili 98% ekonomi global sedang mengeksplorasi kemungkinan yang sama, namun dukungan dari industri investasi global masih terbatas.

Olivier Fines dari CFA Institute menekankan bahwa bahkan bagi kelompok yang berpengetahuan finansial seperti anggota mereka, pemahaman tentang CBDC masih sangat rendah. Selain itu, ada rasa skeptisisme umum tentang manfaat potensial mereka, terutama di ekonomi maju di mana pembayaran instan online atau melalui ponsel sudah menjadi norma.

Baca Juga: Survei Bank for International Settlements: 93% Bank di Dunia Berlomba Mengembangkan CBDC

Dukungan Terbatas untuk CBDC di Pasar Berkembang dan Maju

Hanya 37% responden dari pasar maju yang mendukung CBDC, dibandingkan dengan 61% dari pasar berkembang. Dukungan terendah datang dari Amerika Serikat, dengan hanya 31% responden mendukung pembuatan dolar digital.

Di sisi lain, di China, di mana Bank Rakyat China sedang menjalankan proyek CBDC terbesar di dunia, tingkat dukungan mencapai 70%. Di India, yang berharap meluncurkan e-rupee tahun depan, tingkat dukungannya adalah 66%.

Fines menunjukkan bahwa ada “perpecahan yang jelas dan sangat signifikan”, yang mungkin disebabkan oleh “persepsi di ekonomi berkembang bahwa CBDC dapat mengisi celah yang mungkin tidak ada di dunia maju”.

Baca Juga: BIS Luncurkan 7 Langkah Keamanan untuk Lindungi CBDC dari Ancaman Cyber!

Kekhawatiran Utama tentang CBDC: Keamanan Siber dan Privasi Data

survei cfa institute
Sumber: Akun Twitter CFA Institute

Menurut Cointelegraph, kekhawatiran utama tentang CBDC di seluruh dunia adalah risiko peretasan siber, dengan 69% responden menyatakan ini sebagai kekhawatiran utama mereka. Privasi data juga menjadi perhatian utama bagi 64% responden di pasar maju dan 57% di pasar berkembang.

Meski dukungan untuk CBDC masih terbatas, survei ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pendapat yang signifikan antara pasar berkembang dan maju. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan penerimaan terhadap teknologi baru seperti CBDC dapat sangat bervariasi tergantung pada konteks ekonomi dan budaya masing-masing negara.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi: