Starbucks Hentikan Program NFT Odyssey, Apa Langkah Selanjutnya?

author:

Array

Starbucks Hentikan Program NFT Odyssey, Apa Langkah Selanjutnya?

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Starbucks mengumumkan penutupan program NFT Odyssey-nya, sebuah ekstensi dari sistem hadiah yang sudah ada, yang telah berjalan selama dua tahun.

Keputusan ini datang di tengah pasar NFT yang sedang mengalami masa sulit, dengan penurunan harga yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

Mari kita selami lebih dalam bagaimana program yang inovatif ini berakhir dan apa yang mungkin menanti Starbucks di masa depan.

Starbucks Odyssey: Inovasi yang Berakhir

Starbucks Odyssey Beta, yang merupakan bagian dari upaya Starbucks untuk mengintegrasikan dunia crypto dengan program loyalitasnya, akan ditutup pada 31 Maret 2024.

Baca juga: Dibanderol Seharga Rp1,5 Juta, Koleksi NFT Starbucks Odyssey ‘The Siren Collection’ Ludes Dalam 18 Menit!

Meskipun non-fungible token(NFT) perusahaan, yang disebut Stamps, akan tetap dapat diakses di Nifty Gateway, pasar Odyssey akan beralih ke pasar Nifty. Stamps dapat, seperti NFT lainnya, dipindahkan ke dompet eksternal dan diperdagangkan di pasar lain.

Penutupan ini juga diikuti dengan penutupan server Discord Starbucks Odyssey pada 19 Maret. Starbucks menyatakan bahwa mereka akan terus mempertimbangkan komunitas dalam evolusi program ini dan sedang bekerja untuk memiliki tempat bagi anggota untuk terhubung di masa depan.

Pelajaran dari Odyssey

Steve Kaczynski, pemimpin komunitas untuk Starbucks Odyssey, awalnya membagikan pengumuman ini, menyatakan ketidakpastian tentang masa depannya karena kehilangan pekerjaan penuh waktunya.

Starbucks, dalam FAQ di situsnya, mengungkapkan keputusan untuk menghentikan program NFT yang masih dalam tahap beta ini untuk “mempersiapkan perkembangan yang akan datang saat program berkembang”.

Dalam sebuah podcast dengan TechCrunch bulan lalu, Kaczynski menekankan bahwa meskipun pasar NFT mengalami penurunan dari puncaknya, masih ada peluang bagi merek dan program loyalitas untuk terlibat dengan audiens mereka dengan cara yang inovatif.

Dia memprediksi bahwa pada tahun 2024, perusahaan akan lebih mengembangkan “jangkar merek” dalam ruang tertutup seperti program hadiah, dengan menekankan pada pembangunan merek berbasis komunitas.

Baca juga: Starbucks Rilis Platform Reward Web3 Versi Beta, Pelanggan Berkesempatan Liburan Gratis Ke Perkebunan Kopi di Amerika!

Masa Depan Starbucks di Web3

Bagaimana Cara Kerja Starbucks Odyssey?
Sumber: NFT News Pro

Meskipun program Odyssey berakhir, Starbucks tampaknya belum menutup pintu untuk eksplorasi lebih lanjut di ruang Web3. Pengalaman Odyssey telah memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana membangun komunitas dan loyalitas di era digital baru.

NFT, meskipun sering dikaitkan dengan karya seni digital yang mahal, memiliki potensi yang lebih luas untuk mengembangkan “utilitas pihak ketiga” yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh perusahaan besar seperti Starbucks atau Nike tetapi juga oleh bisnis lokal untuk menciptakan program loyalitas atau menggunakan tiket sebagai aset untuk mendorong keterlibatan pelanggan.

Dengan penutupan program Odyssey, Starbucks mungkin sedang mempersiapkan langkah selanjutnya dalam perjalanan Web3-nya.

Meskipun bab ini telah ditutup, pelajaran dan pengalaman yang diperoleh dapat membuka jalan bagi inovasi baru yang akan membawa Starbucks ke bab berikutnya dalam membangun komunitas dan loyalitas di era digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: Starbucks Odyssey

Array