Laporan JPMorgan Sebut Dominasi Tether (USDT) di Pasar Crypto Berdampak Buruk, Kenapa?

author:

Laporan JPMorgan Sebut Dominasi Tether (USDT) di Pasar Crypto Berdampak Buruk, Kenapa?

Stablecoin Tether (USDT) semakin mendominasi pasar crypto. Menurut laporan terbaru dari JPMorgan, dominasi USDT yang terus meningkat ini dapat berdampak buruk bagi pasar crypto secara keseluruhan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa USDT saat ini menguasai lebih dari 50% pangsa pasar stablecoin, dan pangsa pasarnya terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Stablecoin Tether Mendominasi Pasar

Dominasi USDT ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah USDT diterima secara luas oleh bursa crypto dan pedagang. Selain itu, USDT juga dianggap sebagai stablecoin yang stabil dan terpercaya, karena diklaim didukung oleh cadangan dolar AS 1:1.

Baca juga: Tether (USDT) Mendominasi Pasar Stablecoin: Penguasaan Mencapai 71% di 2023!

Namun, laporan JPMorgan memperingatkan bahwa dominasi USDT yang semakin meningkat dapat menimbulkan risiko bagi pasar crypto. Salah satu risiko terbesar adalah jika USDT tiba-tiba kehilangan dukungan dolar AS-nya. Hal ini dapat menyebabkan USDT kehilangan nilainya secara drastis, dan dapat memicu aksi jual besar-besaran di pasar crypto.

Risiko lainnya adalah USDT dapat digunakan untuk memanipulasi harga cryptocurrency. Karena USDT diterima secara luas, pelaku pasar dapat menggunakan USDT untuk membeli cryptocurrency dalam jumlah besar, sehingga mendorong harganya naik.

Setelah harga naik, pelaku pasar dapat menjual cryptocurrency tersebut dan mengantongi keuntungan.

Regulasi Stablecoin yang Akan Datang

Laporan JPMorgan juga menyebutkan bahwa regulasi stablecoin yang akan datang dapat berdampak negatif terhadap USDT.

Regulator di seluruh dunia semakin khawatir tentang risiko yang ditimbulkan oleh stablecoin, dan mereka sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan regulasi yang lebih ketat.

Jika regulasi yang ketat diberlakukan, USDT dapat kehilangan daya tariknya sebagai stablecoin yang aman dan terpercaya.

Baca juga: Stablecoin Berbunga Pertama di AS, Terobosan atau Risiko?

Dampak terhadap Stablecoin Lain

jpmorgan deposit token
Sumber: Coindesk

Laporan JPMorgan juga memprediksi bahwa stablecoin lain seperti USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) dapat memperoleh keuntungan dari tindakan keras regulasi yang akan datang.

USDC dan BUSD adalah stablecoin yang didukung oleh cadangan aset yang lebih transparan dibandingkan USDT.

Jika USDT kehilangan kepercayaan investor, USDC dan BUSD dapat menjadi alternatif yang lebih menarik bagi para pedagang dan investor.

Secara keseluruhan, dominasi USDT yang semakin meningkat merupakan ancaman bagi pasar crypto. Jika USDT tiba-tiba kehilangan dukungan dolar AS-nya atau jika regulasi yang ketat diberlakukan, USDT dapat kehilangan nilainya secara drastis dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar crypto.

Oleh karena itu, investor dan pedagang harus mewaspadai risiko yang terkait dengan USDT dan mempertimbangkan untuk mendiversifikasi portofolio crypto mereka dengan stablecoin lain yang lebih transparan dan terpercaya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: