Stablecoin Kini Raja Pasar Crypto, Lampaui DeFi dengan Lebih dari 400 Ribu Alamat Aktif!

Stablecoin Kini Raja Pasar Crypto, Lampaui DeFi dengan Lebih dari 400 Ribu Alamat Aktif!

Dalam dunia crypto yang penuh gejolak, sebuah fenomena baru telah muncul sebagai penguasa pasar. Stablecoin, yang sering dianggap sebagai aset berisiko sistematis, kini telah mengambil alih dominasi dari DeFi crypto (Decentralized Finance) di kuartal ketiga tahun ini.

Dengan pertumbuhan yang mengejutkan, stablecoin kini menjadi kategori yang paling banyak diminati oleh investor. Apa yang menyebabkan pergeseran ini, dan bagaimana dampaknya terhadap ekosistem crypto secara keseluruhan? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Dominasi Stablecoin di Pasar

dominasi stablecoin
Sumber: Akun X Santiment

Stablecoin telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan peningkatan 45% dalam alamat aktif dan 41% dalam jumlah transaksi antara kuartal pertama dan ketiga.

Berbeda dengan DeFi yang mengalami penurunan drastis baik dalam alamat aktif harian maupun transaksi. Protokol DeFi yang sebelumnya mencatat lebih dari satu juta transaksi rata-rata harian di kuartal pertama, kini merosot menjadi 786.000 di kuartal ketiga.

Baca Juga: Meski DeFi Merosot, Industri dApp Tercatat Meningkat 10% di Bulan Mei 2023

USDT dan USDC dalam Persaingan

stablecoin vs defi
Sumber: QuickNode

USDT terus memimpin ruang stablecoin dalam hal kapitalisasi pasar, alamat aktif, dan aktivitas transaksi. Di akhir Q3, USDT memiliki rata-rata 337.000 alamat aktif harian dengan transaksi rata-rata 680.000 per hari.

Meskipun USDC mempertahankan keunggulan atas USDT dalam hal volume di kuartal ketiga, analisis menunjukkan bahwa jarak antara keduanya telah mengecil sejak Q1, terutama karena kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) dan sedikit penyimpangan nilai USDC sekitar $0.03.

Baca Juga: Meski Menjanjikan, Regulator Pasar Uni Eropa Beberkan ‘Risiko’ DeFi

Uniswap dan Tren Staking

Uniswap menjadi satu-satunya DEX yang mempertahankan stabilitas sejak Q1 2023, meskipun terjadi kejadian besar seperti kolapsnya SVB. Platform ini mengalami peningkatan volume perdagangan yang signifikan, didorong oleh beberapa transaksi besar-volume.

Selain itu, staking mulai mendapatkan momentum dengan total Ether yang distaking meningkat dari 23,7 juta menjadi 27,2 juta, dengan 37% di antaranya berasal dari Liquid Staking.

Dengan adopsi yang semakin meluas oleh perusahaan pembayaran besar seperti Visa dan PayPal, ekspektasi terhadap stablecoin semakin tinggi. Kini, stablecoin tidak hanya menjadi aset pelindung nilai, tetapi juga sebagai gerbang menuju Web3. Dengan pertumbuhan yang stabil dan adopsi yang terus meningkat, stablecoin mungkin akan terus memegang tahta di pasar crypto untuk waktu yang lama.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: