Srettha Thavisin Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand, Janjikan Airdrop Senilai $300?

Srettha Thavisin Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand, Janjikan Airdrop Senilai $300?

Thailand memasuki babak baru dalam sejarah crypto-nya dengan pemilihan Srettha Thavisin, seorang taipan real estat dan pendukung crypto, sebagai Perdana Menteri negara tersebut. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam industri digital asset, banyak yang menantikan perubahan besar dalam kebijakan crypto Thailand. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Siapakah Srettha Thavisin?

Dilansir dari Cointelegraph, sebelum terjun ke dunia politik, Srettha dikenal sebagai CEO dari Sansiri, salah satu pengembang real estat terbesar di Thailand. Selain itu, Sansiri juga aktif dalam sektor aset digital negara tersebut.

Sansiri memiliki sejarah dalam mendukung industri crypto, termasuk mengambil saham 15% di penyedia layanan aset digital Thailand, XSpring, yang berkolaborasi dengan Krungthai Bank.

Pada 2022, Sansiri meluncurkan “SiriHub Token” di XSpring, sebuah solusi mirip REIT yang menawarkan dividen dari Sansiri Campus, salah satu proyek besar pengembang tersebut.

Baca Juga: Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida Ungkap Dukungan Kuat untuk Web3 dan Metaverse!

Janji Airdrop Crypto $300

Salah satu janji kampanye paling menonjol dari Srettha adalah airdrop aset digital nasional sebesar 10.000 Baht Thailand ($300) untuk setiap warga Thailand berusia 16 tahun ke atas.

Namun, ada ketentuan bahwa airdrop ini hanya dapat dihabiskan dalam radius 4 kilometer dari rumah masing-masing warga.

Meskipun ada keraguan tentang pelaksanaan airdrop ini, banyak yang berharap janji ini akan mendorong inovasi blockchain dan crypto di Thailand.

Baca Juga: Gempuran Dolar AS Melemah! India dan UAE Capai Kesepakatan Perdagangan, Akankah Crypto Dilirik?

Masa Depan Crypto di Thailand

masa depan crypto thailand
Sumber: Cryptopolitan

Dengan pemilihan Srettha, banyak yang berharap akan ada perubahan positif dalam kebijakan kripto Thailand, terutama mengingat dukungannya yang kuat terhadap industri ini.

Sebelumnya, kabinet Thailand mengumumkan pemotongan pajak untuk penerbit token digital lokal, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap industri ini.

Namun, dengan janji airdrop dan potensi perubahan kebijakan lainnya, penting bagi warga Thailand dan investor untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan kebijakan crypto di negara ini.

Dengan pemilihan Srettha Thavisin sebagai Perdana Menteri, Thailand mungkin berada di ambang revolusi crypto. Namun, hanya waktu yang akan menentukan bagaimana janji-janji kampanye ini akan mempengaruhi industri crypto di negara tersebut.

    Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

    *Disclaimer

    Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

    Referensi: