Skema Cryptojacking Mencuri $3,5 Juta dari Layanan Cloud untuk Mining Kripto

Skema Cryptojacking Mencuri $3,5 Juta dari Layanan Cloud untuk Mining Kripto

Jakarta, Pintu News –  Seorang pria telah dituduh oleh jaksa di Amerika Serikat melakukan penipuan kawat dan pencucian uang setelah diduga menipu dua penyedia layanan komputasi awan untuk menjalankan operasi “cryptojacking” skala besar.

Pelaku, yang menghadapi hingga 50 tahun penjara, dilaporkan menggunakan sumber daya dari dua firma tersebut untuk menambang kripto senilai $970,000 tanpa membayar. Simak beritanya disini!

Detail Penipuan dan Operasi Cryptojacking

Charles O. Parks III, alias “CP3O,” dituduh menipu dua perusahaan—yang satu berbasis di Seattle dan satu lagi di Redmond, Washington—sebesar $3,5 juta.

Menurut Kantor Kejaksaan AS di Brooklyn, dari Januari hingga Agustus 2021, Parks diduga menggunakan berbagai nama palsu, afiliasi perusahaan, dan alamat email untuk membuat beberapa akun pada layanan ini.

Dengan demikian, ia berhasil memperoleh privilasi tinggi dan fasilitas penagihan yang ditunda, yang ia gunakan untuk menambang Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Monero (XMR).

Baca Juga: OneCoin: Skema Penipuan yang Menipu Investor Crypto Sekitar $4 miliar

Cara Parks Mengelola Dana Hasil Cryptojacking

pendapatan penambang bitcoin
Generated by AI

Parks diduga mencuci sebagian hasil tambang kripto melalui “Cryptocurrency Exchange 1,” yang menyatakan diri sebagai perusahaan terdesentralisasi tanpa kantor pusat. Selain itu, ia juga diduga mencuci uang melalui penyedia pembayaran, rekening bank, dan pasar token nonfungible (NFT) yang berbasis di New York City.

Parks diduga merancang transaksinya untuk menghindari batas pelaporan transaksi minimum $10,000 di bawah hukum federal, sering kali memindahkan $9,999 atau kurang dari bursa kripto ke rekening banknya.

Baca Juga: Skandal HyperVerse: Skema Crypto yang Guncang Dunia Keuangan

Pengeluaran Ekstravagansi dan Reaksi Penegak Hukum

Dana yang didapatkan dari kegiatan ilegal tersebut dilaporkan digunakan Parks untuk pembelian mewah, termasuk Mercedes Benz mewah, perhiasan, dan biaya perjalanan serta hotel kelas atas.

Breon Peace, Jaksa AS untuk Distrik Timur New York, menegaskan komitmen untuk memprioritaskan penuntutan pelaku kriminal yang menggunakan teknologi canggih untuk melakukan penipuan dan penipuan klasik.

Kesimpulan

Kasus ini menyoroti kerentanan layanan komputasi awan terhadap serangan cryptojacking dan pentingnya keamanan siber yang kuat. Ini juga menunjukkan langkah-langkah yang diambil oleh penegak hukum untuk memerangi kejahatan siber dan penyalahgunaan teknologi untuk kegiatan ilegal.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: