Binance dan Kraken Guncang Dunia Crypto, Apa yang Harus Kamu Ketahui?

Binance dan Kraken Guncang Dunia Crypto, Apa yang Harus Kamu Ketahui?

Dunia crypto baru-baru ini diguncang oleh skandal hukum yang melibatkan 2 bursa crypto terbesar, Binance dan Kraken. Binance dikenakan denda sebesar $4,3 miliar atas pelanggaran hukum Anti-Pencucian Uang (AML) di Amerika Serikat, sementara Kraken dituduh oleh Komisi Bursa dan Sekuritas AS (SEC) telah melanggar hukum sejak 2018.

Binance Akui Pelanggaran dan Bayar Denda

Binance dan CEO-nya, Changpeng “CZ” Zhao, mengakui telah melanggar hukum AML AS dan setuju untuk membayar denda sebesar $4,3 miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan, CZ mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Binance.

Baca Juga: Kraken Perkuat Kehadirannya di Eropa dengan Akuisisi Broker Crypto Belanda!

Richard Teng, mantan kepala pasar crypto regional Binance di luar AS, ditunjuk sebagai CEO baru. Charles Hoskinson, pendiri Cardano, mengomentari berita ini dengan menyebutnya sebagai “akhir dari era”. Menurutnya, para pengusaha harus mematuhi regulasi atau mengembangkan protokol tanpa izin yang tidak dapat diatur.

Kraken Terlibat Pertarungan Hukum dengan SEC

sec crypto sekuritas
Sumber: Cryptopolitan

Sementara itu, Kraken, bursa crypto lainnya, terlibat dalam pertarungan hukum dengan SEC. SEC mengklaim bahwa Kraken telah menjalankan platform yang melanggar hukum sejak 2018.

SEC juga menuduh bahwa praktek bisnis Kraken dan kontrol internal yang “kurang” telah membuat bursa tersebut mencampurkan aset pelanggan senilai $33 miliar dengan asetnya sendiri. Jesse Powell, pendiri Kraken, mengecam tindakan ini dan bahkan memperingatkan perusahaan lain untuk meninggalkan negara tersebut.

Tether dan Bitfinex Setuju dengan Permintaan Informasi

Tether dan Bitfinex, dua entitas lain dalam industri crypto, setuju untuk tidak menentang permintaan Freedom of Information Law (FOIL) yang diajukan oleh beberapa publikasi berita besar di New York.

Permintaan FOIL ini terkait dengan kesepakatan yang dicapai Tether dan Bitfinex dengan Jaksa Agung New York pada Februari 2021. Kesepakatan ini melibatkan pembayaran denda sebesar $18,5 juta untuk menyelesaikan sengketa hukum selama 2 tahun terkait dugaan pencampuran dana klien dan perusahaan sebesar $850 juta.

Paragraf Penutup

Skandal hukum ini menunjukkan betapa pentingnya regulasi dalam industri crypto. Meski crypto menawarkan banyak peluang, tetapi juga penting bagi para pelaku industri untuk mematuhi hukum dan regulasi yang ada. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu setuju bahwa regulasi adalah hal yang penting dalam industri crypto?

Baca Juga: Kasus Terkini di Ranah Crypto: Kraken Dicap SEC Melakukan Pelanggaran Hukum!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi