Mantan CEO Zipmex Thailand Terjerat Kasus Penipuan, Skandal Besar di Industri Crypto!

Mantan CEO Zipmex Thailand Terjerat Kasus Penipuan, Skandal Besar di Industri Crypto!

Dunia crypto di Thailand baru-baru ini diguncang oleh berita yang cukup mengejutkan. Mantan CEO Zipmex Thailand, Akarlap Yimwilai, dituduh oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) karena telah melakukan penipuan dan korupsi.

Kasus ini berkaitan dengan informasi yang menyesatkan terkait penggunaan aset digital pelanggan, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan dan transparansi di industri crypto.

Tuduhan Penipuan dan Korupsi

Akarlap Yimwilai, yang menjabat sebagai CEO Zipmex Thailand dari Agustus 2018 hingga November 2023, dituduh telah memberikan pernyataan palsu mengenai aset di dompet Z pengguna yang ditransfer ke dompet crypto di luar negeri.

SEC Thailand menemukan bahwa tindakan ini tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan Zipmex, yang dianggap sebagai tindakan korupsi dan penipuan dengan menyembunyikan informasi dari pelanggan.

Baca Juga: Waspada! Janet Yellen Desak Kongres AS untuk Atur Stablecoin

Kasus ini semakin rumit ketika SEC Thailand merujuk keluhan terhadap tindakan Akalarp ke Kantor Divisi Penindakan Kejahatan Provinsi untuk tindakan hukum lebih lanjut. Zipmex Thailand juga terlibat dalam tuduhan serupa terkait laporan aset pelanggan yang tidak konsisten dengan investigasi SEC.

Dampak pada Zipmex dan Industri Crypto

Dampak pada Zipmex dan Industri Crypto
DailyCoin

Zipmex, yang merupakan bagian dari bursa crypto berbasis di Singapura, menghadapi penyelidikan dari regulator keuangan terkait akuisisinya oleh V Ventures pada tahun 2023. SEC Thailand bahkan memerintahkan Zipmex untuk menangguhkan layanan perdagangan dan perantara aset digitalnya sementara waktu, memberikan waktu 15 hari kepada perusahaan untuk mematuhi pedoman regulasi.

Skandal ini tidak hanya mempengaruhi reputasi Zipmex tetapi juga menimbulkan kekhawatiran lebih luas tentang keamanan dan kepercayaan dalam industri crypto di Thailand.

Dengan meningkatnya pengawasan dari regulator, bursa crypto dan perusahaan terkait lainnya mungkin perlu mengadopsi langkah-langkah keamanan dan transparansi yang lebih ketat untuk melindungi pelanggan dan mematuhi regulasi.

Langkah Selanjutnya untuk Zipmex dan Akarlap Yimwilai

Saat ini, baik Zipmex Thailand maupun Akarlap Yimwilai belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini. Komunitas crypto menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, yang bisa menjadi preseden penting untuk industri crypto di Thailand dan mungkin juga di kawasan lain.

Dengan meningkatnya perhatian pada keamanan dan regulasi crypto, kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap hukum untuk melindungi kepentingan pelanggan dan memastikan kelangsungan industri yang sehat dan aman.

Baca Juga: Vitalik Buterin Sebut Friend.Tech Sebagai DeFi yang Buruk, Kok Bisa?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: