Skandal Bankrut Crypto Raksasa: FTX dan BlockFi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Skandal Bankrut Crypto Raksasa: FTX dan BlockFi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Dalam dunia yang semakin digital, skandal terbesar baru-baru ini melibatkan dua raksasa crypto, FTX dan BlockFi. Keduanya diperbolehkan untuk melanjutkan negosiasi penyelesaian klaim mereka, menurut pengajuan pengadilan baru-baru ini. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kebangkrutan FTX dan BlockFi

ftx dan blockfi
Sumber: WION

FTX dan BlockFi, dua perusahaan crypto yang bangkrut, mengajukan status kebangkrutan Bab 11 pada November 2022 setelah runtuhnya FTX di awal bulan itu. BlockFi diperkirakan memiliki sekitar $355 juta dalam dana yang dibekukan di platform FTX, dengan tambahan $671 juta yang harus dibayar oleh Alameda Research.

Pada 13 November, Hakim Kebangkrutan Amerika Serikat Michael Kaplan memerintahkan penghentian otomatis yang ditempatkan pada proses antara dua perusahaan tersebut. Debitur FTX sekarang dapat mengejar “argumen, pertahanan, gugatan balik, setoff, atau lainnya” mengenai klaim BlockFi dalam proses kebangkrutan FTX.

Baca Juga: FTX Bangkit Kembali? FTT Melonjak 65% Pasca Komentar Gensler dari SEC

Peran CEO BlockFi dan FTX

CEO BlockFi, Zac Prince, memberikan kesaksian melawan Sam Bankman-Fried selama persidangan kriminal lima minggu di mana mantan CEO FTX dinyatakan bersalah atas semua tuduhan terhadapnya.

Prince dan tim BlockFi mempresentasikan bukti pada 13 Oktober, yang menunjukkan bahwa jika FTX tidak bangkrut, BlockFi tidak perlu mengajukan kebangkrutan terlepas dari kondisi pasar bear yang sedang berlangsung. Perusahaan tersebut kehilangan “sedikit lebih dari satu miliar dolar” dalam runtuhnya FTX dan Alameda.

Baca Juga: FTX: Pelanggan Dapat Klaim Kerugian $9B di Tengah Sidang Pidana CEO FTX

Langkah Selanjutnya untuk BlockFi

Pada Agustus, pengadilan mengizinkan BlockFi untuk membayar kembali pelanggan Dompet berbasis AS-nya, meskipun penarikan dilarang pada saat itu. Tak lama setelah itu, pada September, kreditur BlockFi menyetujui rencana restrukturisasi kebangkrutan, yang kemudian disetujui oleh pengadilan pada 26 September.

Pada 24 Oktober, BlockFi merilis postingan blog yang mengatakan bahwa mereka akan mulai membayar kembali beberapa krediturnya dan bahwa penarikan “saat ini tersedia untuk hampir semua pelanggan Dompet.”

Dengan berakhirnya penahanan otomatis, FTX dan BlockFi kini dapat melanjutkan negosiasi penyelesaian klaim mereka. Meski demikian, skandal ini telah menimbulkan pertanyaan besar tentang stabilitas dan keamanan investasi di dunia crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: