Mengenal Brad Garlinghouse, Perjalanan Karir dari Yahoo! ke Ripple

Mengenal Brad Garlinghouse, Perjalanan Karir dari Yahoo! ke Ripple

Brad Garlinghouse, CEO Ripple, merupakan salah satu tokoh kunci dalam industri crypto. Dengan latar belakang yang kuat di bidang teknologi dan bisnis, Garlinghouse telah membawa Ripple menjadi salah satu perusahaan blockchain terdepan. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang perjalanan karirnya, peran di Ripple, dan pengaruhnya di dunia crypto.

Pendidikan dan Awal Karir Brad Garlinghouse

siapa brad garlinghouse
Sumber: CNBC

Brad Garlinghouse memulai perjalanannya dengan meraih gelar BA dari University of Kansas dan MBA dari Harvard Business School.

Dengan dasar pendidikan yang kuat di bidang manajemen bisnis, Garlinghouse memulai karirnya di beberapa perusahaan besar dalam posisi senior. Dia pernah bekerja di Home Network and Ventures, menjadi CEO Dialpad pada tahun 2000, dan menjabat sebagai Senior Vice President di Yahoo!, di mana ia mengelola divisi Homepage dan Messenger.

Selama masa kerjanya di Yahoo!, Garlinghouse menulis memo internal yang terkenal, “Peanut Butter Manifesto”, yang menyoroti masalah strategi perusahaan. Setelah Yahoo!, ia bergabung dengan AOL dan perusahaan startup Animoto, sebelum akhirnya menjadi CEO Hightail pada tahun 2014.

Baca Juga: Dulunya Koki McD, Ini Sosok CEO Binance yang Kini Jadi Miliarder!

Brad Garlinghouse di Ripple

ceo ripple brad garlinghouse
Sumber: Coingape

Garlinghouse bergabung dengan Ripple sebagai COO pada tahun 2015, setelah terkesan dengan ide Chris Larsen tentang Ripple. Ripple, yang merupakan jaringan pembayaran remitansi berbasis blockchain, memungkinkan pembayaran lintas batas yang efisien dengan mata uang kripto asli, XRP. Garlinghouse dipromosikan menjadi CEO pada tahun 2016 berkat kerja keras dan dedikasinya.

Di bawah kepemimpinannya, RippleNet, jaringan pembayaran global Ripple, menghubungkan lembaga keuangan dan bank untuk memfasilitasi pembayaran yang lebih murah dan lebih cepat secara real-time. Ripple berhasil mengumpulkan lebih dari $200 juta dari pendanaan seri C pada tahun 2019. Namun, Ripple menghadapi gugatan dari SEC AS pada tahun 2020, yang menuduh perusahaan melanggar hukum sekuritas.

Baca Juga: Mengenal Sam Bankman-Fried, Pendiri FTX yang Dermawan?

Kemenangan Ripple atas SEC dan Pengaruh Garlinghouse

Pada Juli 2023, Hakim Analisa Torres memutuskan bahwa Ripple tidak melanggar hukum sekuritas dalam penjualan XRP kepada investor ritel. Keputusan ini dilihat sebagai setidaknya sebagian pembenaran untuk Ripple, XRP, dan Garlinghouse. Kemenangan ini juga memiliki implikasi besar bagi seluruh ruang crypto.

Garlinghouse telah menjadi advokat kuat untuk crypto di konferensi internasional seperti Linux Foundation dan World Economic Forum. Keputusan akhir dalam gugatan XRP dapat berdampak besar pada seluruh industri crypto dalam hal regulasi dan adopsi. Garlinghouse terus bekerja tanpa lelah di Ripple untuk pertumbuhan dan pengembangannya, mendukung adopsi blockchain dan crypto.

Kesimpulan

Brad Garlinghouse telah membuktikan dirinya sebagai tokoh penting dalam industri crypto. Dengan kepemimpinannya di Ripple, ia telah membantu membentuk masa depan pembayaran digital dan blockchain. Meskipun menghadapi tantangan hukum, Garlinghouse dan Ripple terus berinovasi dan mendorong batas-batas teknologi keuangan. Kiprahnya di Ripple tidak hanya mengubah perusahaan tetapi juga memberikan dampak signifikan pada seluruh ekosistem crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: