Upaya Kongres AS Perketat Regulasi Crypto untuk Cegah Kejahatan

Upaya Kongres AS Perketat Regulasi Crypto untuk Cegah Kejahatan

Apakah kamu tahu bahwa penggunaan crypto untuk kegiatan ilegal kini menjadi sorotan serius di Amerika Serikat? Senator Elizabeth Warren bersama rekan-rekannya mengumumkan dukungan yang semakin luas terhadap rancangan undang-undang yang bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap crypto.

RUU ini dirancang untuk menutup celah yang memungkinkan pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penghindaran sanksi melalui aset digital.

Perluasan Koalisi di Senat

Senator Warren, yang dikenal sebagai kritikus crypto, telah berhasil menggandeng lima senator baru sebagai pendukung RUU Digital Asset Anti-Money Laundering Act. Tiga di antaranya adalah anggota Komite Perbankan Senat, menandakan dukungan bipartisan yang kuat.

RUU ini menargetkan untuk mengintegrasikan ekosistem aset digital ke dalam kerangka kerja anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme yang sudah ada. Dengan bergabungnya Senator Raphael Warnock, Laphonza Butler, Chris Van Hollen, John Hickenlooper, dan Ben Ray Luján, RUU ini semakin mendapatkan momentum.

Baca Juga: Dunia Akan Masuki Era Perang Dingin Kedua? Ini Penjelasannya& Pengaruhnya Bagi Ekonomi!

Mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa kurangnya pengawasan terhadap crypto meningkatkan risiko bagi masyarakat dan memfasilitasi kegiatan kriminal lintas negara.

RUU Anti Pencucian Uang Aset Digital

regulasi crypto mixers
Sumber: Thomson Reuters

RUU yang diusulkan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga, termasuk Bank Policy Institute dan AARP. RUU ini bertujuan untuk memperketat regulasi terhadap transaksi crypto yang sering kali terlepas dari pengawasan hukum. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan dapat mengurangi kasus pencucian uang, serangan ransomware, dan kegiatan ilegal lainnya yang menggunakan crypto.

Departemen Keuangan AS telah menyatakan kebutuhan akan undang-undang baru untuk menangani penggunaan crypto dalam mendukung kegiatan teroris, negara-negara nakal, dan kejahatan siber. RUU ini juga menanggapi kekhawatiran bahwa hampir setengah dari program misil Korea Utara didanai melalui kejahatan siber dan aset digital, dengan transaksi ilegal crypto mencapai setidaknya $20 miliar pada tahun 2022.

Paragraf Penutup

Inisiatif Senator Warren dan rekan-rekannya ini menandai langkah penting dalam upaya memerangi kejahatan yang berkaitan dengan crypto.

RUU ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen dan memastikan keamanan sistem keuangan. Dengan adanya dukungan yang semakin meluas, RUU ini berpotensi menjadi tonggak baru dalam regulasi crypto di Amerika Serikat.

Baca Juga: Bank-Bank di Afrika Selatan Siap Luncurkan Produk Crypto: Inovasi atau Spekulasi?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi