Mengapa Asia Tenggara Jatuh Cinta dengan Crypto? CEO Pintu Bongkar Rahasia!

Array

Mengapa Asia Tenggara Jatuh Cinta dengan Crypto? CEO Pintu Bongkar Rahasia!

Bali, Pintu News – Dunia crypto telah mendapatkan momentum yang signifikan di Asia Tenggara. Namun, apa yang mendorong ketertarikan ini?

Dalam wawancara eksklusif di Coinfest 2023 yang berlangsung di Bali pada 24 Agustus 2023, Jeth Soetoyo, pendiri dan CEO Pintu, memberikan wawasan mendalam tentang fenomena ini.

Sejarah Uang dan Krisis Keuangan di Asia Tenggara

Jeth mengatakan bahwa pada akhir 1990-an, Asia Tenggara mengalami krisis keuangan yang mendalam.

Krisis ini telah meninggalkan jejak dalam persepsi masyarakat tentang uang dan kepercayaan terhadap institusi keuangan.

Ketertarikan Terhadap Aset Global

Dengan latar belakang sejarah uang yang kompleks, masyarakat di Asia Tenggara menemukan ketertarikan pada aset global yang tidak dikendalikan oleh satu entitas saja. Menurut Jeth:

“Ketersediaan aset tingkat global memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang, kelas aset yang tidak dikendalikan oleh satu entitas”.

Regulasi yang Ramah dan Ketertarikan Terhadap Aset Berisiko Tinggi

Menurut Jeth, regulasi di Asia Tenggara cenderung lebih ramah terhadap perusahaan crypto dibandingkan dengan dunia Barat, terutama dalam setahun terakhir.

Hal ini memungkinkan banyak proyek crypto berkembang pesat di kawasan ini. Selain itu, masyarakat di sini memiliki ketertarikan alami terhadap produk dengan risiko dan imbal hasil tinggi, menjadikan crypto sebagai pilihan yang sesuai.

Dengan kombinasi sejarah uang, regulasi yang mendukung, dan selera risiko yang tinggi, Asia Tenggara telah menjadi tanah subur bagi pertumbuhan crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Array