Satoshi Nakamoto Buka Suara: Mata Uang Fiat Mengkhianati Kepercayaan Publik

Array

Satoshi Nakamoto Buka Suara: Mata Uang Fiat Mengkhianati Kepercayaan Publik

Satoshi Nakamoto, sosok misterius di balik penciptaan Bitcoin, kembali menjadi perbincangan hangat setelah email-emailnya dari tahun 2009 dirilis ke publik. Dalam email-email tersebut, Satoshi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap mata uang fiat yang dikeluarkan oleh bank sentral dan bagaimana hal itu merusak kepercayaan publik.

Satoshi Nakamoto: Sang Kritikus Mata Uang Fiat

Satoshi Nakamoto, dalam emailnya kepada Martti Malmi, seorang kontributor awal Bitcoin, menyoroti kelemahan terbesar mata uang yang dikeluarkan pemerintah, seperti dolar AS. Menurutnya, mata uang fiat rentan terhadap devaluasi karena bank sentral dapat dengan mudah mencetak uang baru, sehingga mengurangi nilai mata uang yang sudah ada.

Baca Juga: XRP Melonjak: Analis Prediksi Harga Tembus $200

Satoshi juga mengkritik sistem perbankan tradisional yang mengharuskan adanya kepercayaan yang besar dari masyarakat. Bank dipercaya untuk menyimpan uang dan melakukan transfer secara elektronik, tetapi mereka seringkali meminjamkan uang tersebut dalam bentuk gelembung kredit dengan cadangan yang sangat sedikit. Hal ini membuat masyarakat rentan terhadap pencurian identitas dan pengurasan rekening.

Bitcoin: Alternatif Mata Uang yang Langka dan Terpercaya

bitcoin etf
Sumber: Mpost

Satoshi Nakamoto berpendapat bahwa sepanjang sejarah, manusia selalu menggunakan aset yang langka sebagai mata uang. Ia mencontohkan emas, yang meskipun memiliki nilai fungsional yang terbatas, tetapi dianggap berharga karena kelangkaannya. Sebagian besar nilai emas berasal dari persepsi masyarakat terhadapnya.

Satoshi melihat Bitcoin sebagai mata uang digital yang langka dan dapat diperdagangkan melalui internet tanpa memerlukan pihak ketiga yang tepercaya. Hal ini menjadikannya alternatif yang lebih baik daripada mata uang fiat yang rentan terhadap devaluasi dan penyalahgunaan kepercayaan.

Dampak Bitcoin terhadap Nilai Mata Uang Fiat

Kekhawatiran Satoshi Nakamoto terhadap mata uang fiat terbukti benar. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa pada tahun 2021, daya beli dolar AS menurun sekitar 20% sejak tahun 2010 jika memperhitungkan inflasi. Sementara itu, nilai Bitcoin telah meroket, diperdagangkan pada harga $51.636, naik sekitar 1.127.931% sejak transaksi Bitcoin pertama ke fiat pada tahun 2009.

Penutup: Warisan Satoshi Nakamoto

Email-email Satoshi Nakamoto yang baru dirilis memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pemikirannya mengenai mata uang fiat dan sistem perbankan tradisional. Kritiknya yang tajam terhadap mata uang fiat dan penekanannya pada pentingnya mata uang yang langka dan terpercaya menjadi dasar filosofis di balik penciptaan Bitcoin.

Bitcoin telah terbukti menjadi alternatif mata uang yang sukses, menawarkan perlindungan terhadap devaluasi dan penyalahgunaan kepercayaan. Warisan Satoshi Nakamoto sebagai pencipta Bitcoin akan terus dikenang sebagai tonggak sejarah dalam dunia keuangan digital.

Baca Juga: Trojan Berbahaya Mencuri Data Pengenalan Wajah iPhone untuk Menguras Rekening Bank

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Array