Sam Altman Menghadirkan ‘Potongan GPT’ untuk Mendanai UBI!

Sam Altman Menghadirkan ‘Potongan GPT’ untuk Mendanai UBI!

Jakarta, Pintu News – Sam Altman, CEO OpenAI dan ketua Tools for Humanity, memperkirakan bahwa kemajuan yang dicapai oleh model kecerdasan buatan (AI) saat ini dapat mengarah pada restrukturisasi besar-besaran dalam sosioekonomi.

Altman baru-baru ini mengungkapkan visi di mana memperlakukan “komputasi” sebagai sumber daya dan aset dapat menggantikan pendapatan moneter sebagai cara untuk memberikan penghasilan dasar universal (UBI) selama wawancara baru-baru ini di podcast All-In. Simak berita lengkapnya disini!

Tantangan dan Solusi Altman dalam Menghadapi Ancaman AI

Walaupun wawancara tersebut menyentuh sejumlah topik, perhatian segera beralih ke bahaya AI dan bagaimana manusia akan menghadapi ancaman mulai dari kepunahan manusia yang diakibatkan oleh AI hingga penggusuran pekerjaan. Altman mengakui bahwa suatu saat nanti mungkin akan ada waktu di mana sistem AI akan cukup mampu menimbulkan ancaman serius.

Solusi yang dia tawarkan adalah sebuah badan pengawasan global yang dapat mengatur proyek-proyek terbesar, sehingga meninggalkan startup relatif tidak terbebani oleh hukum-hukum yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Altman menegaskan bahwa GPT-4, model produksi terbaru OpenAI, tidak menimbulkan ancaman “signifikan” bagi kehidupan manusia.

Baca Juga: Apple Dikabarkan Segera Integrasikan ChatGPT ke dalam iPhone

Advokasi UBI dan Pandangan Altman terhadap Kebijakan Pemerintah

Altman adalah pendukung terkenal untuk penghasilan dasar universal (UBI). Selain dari OpenAI, dia juga memimpin Tools for Humanity, perusahaan yang produk utamanya adalah cryptocurrency Worldcoin dan platform verifikasi identitas. Worldcoin diberikan kepada siapa saja yang bersedia memverifikasi kemanusiaannya. Setelah itu, pemegangnya menerima tunjangan token bulanan.

Altman mengecam program bantuan kemiskinan pemerintah sebagai tidak efektif dan meminta pendekatan UBI yang sederhana dan menghormati:

“Saya bukan penggemar berat cara pemerintah menangani kebijakan yang dirancang untuk membantu orang miskin, dan saya cenderung percaya bahwa jika kamu hanya memberi orang uang, mereka akan membuat keputusan yang baik, dan pasar akan melakukan fungsinya.”

Baca Juga: Pemerintah AS Bersiap Ketatkan Kontrol Ekspor Kecerdasan Buatan (AI)!

Masa Depan UBI: Potongan GPT atau Penghasilan Universal Kehandalan?

Altman percaya bahwa paradigma UBI itu sendiri bisa siap untuk diganti:

“Tahun 2016 adalah waktu yang sangat lama. […] Saya bertanya-tanya apakah masa depan terlihat lebih seperti komputasi dasar universal daripada penghasilan dasar universal dan semua orang mendapatkan potongan komputasi GPT-7 dan mereka bisa menggunakannya, mereka bisa menjualnya kembali, mereka bisa mendonasikannya kepada seseorang untuk digunakan dalam penelitian kanker.”

Kesimpulan

Altman merumuskan visinya untuk mengubah paradigma sosioekonomi melalui penggabungan teknologi AI dan konsep UBI. Dalam pandangannya, memberikan akses ke komputasi AI kepada semua orang dapat menjadi landasan untuk memperluas UBI dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan inklusif.

Dengan demikian, pernyataannya mencerminkan sebuah harapan akan masa depan yang mungkin akan menawarkan solusi inovatif untuk tantangan sosioekonomi yang kompleks.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi