RUU Stablecoin AS: Segera Disahkan?

RUU Stablecoin AS: Segera Disahkan?

Kongres Amerika Serikat (AS) tampaknya semakin dekat untuk menyetujui undang-undang (RUU) yang mengatur stablecoin. Hal ini terungkap dalam pernyataan terbaru dari beberapa pejabat tinggi AS, termasuk Menteri Keuangan Janet Yellen dan Ketua Komite Layanan Keuangan DPR, Patrick McHenry.

RUU Stablecoin AS: Upaya Menjembatani Kesenjangan Regulasi

Menteri Keuangan Janet Yellen menekankan pentingnya regulasi aset digital, termasuk stablecoin, untuk melindungi investor dan sistem keuangan.

Baca Juga: Deutsche Börse & Commerzbank Raih Lisensi Crypto, Adopsi Crypto di Jerman Meningkat!

Dalam sidang pada 6 Februari 2023, Yellen menanggapi pertanyaan McHenry tentang pandangannya terhadap RUU stablecoin yang sedang dibahas. Ia menyebut regulasi sangat penting, terutama dalam hal melindungi pemegang dompet crypto dan mengawasi penerbit stablecoin.

Dukungan dari Kedua Partai Politik

Dukungan dari Kedua Partai Politik
DL News

Ketua Komite Layanan Keuangan DPR, Maxine Waters, mengungkapkan bahwa Demokrat dan Republik kini “semakin dekat” dalam mencapai visi bersama terkait stablecoin. Waters telah bernegosiasi dengan McHenry selama lebih dari 20 bulan untuk membahas masalah ini.

Salah satu perdebatan utama adalah mengenai peran Federal Reserve dalam mengawasi stablecoin dan apakah lembaga tersebut akan menyusun aturan terkait penerbitan stablecoin.

Optimisme Industri Crypto

CEO Circle, Jeremy Allaire, baru-baru ini menyuarakan optimismenya bahwa AS akan mengesahkan undang-undang stablecoin yang sangat dibutuhkan pada tahun 2024. Circle, perusahaan di balik stablecoin USD Coin (USDC), telah aktif mendorong legislasi stablecoin selama beberapa tahun terakhir.

Perusahaan ini mulai melobi dengan firma konsultan strategis Invariant pada akhir tahun 2021 dan diperkirakan telah menghabiskan $760.000 untuk upaya lobi sejak saat itu.

Kritik terhadap SEC dalam Kasus Debt Box

Di sisi lain, lima senator Republik mengkritik tindakan Komisi Sekuritas dan Bursa atau Securities and Exchange Commission (SEC) dalam gugatan terhadap Digital Licensing, yang dikenal sebagai Debt Box. SEC mengakui adanya ketidakakuratan dalam pengajuannya terkait Debt Box dan kemudian berusaha untuk membatalkan kasus tersebut.

Para senator menyatakan keprihatinan tentang perilaku komisi tersebut dan menyarankan agar kasus penegakan hukum lainnya oleh SEC juga diteliti. Mereka mempertanyakan efektivitas solusi yang diusulkan SEC dan tidak memberikan rekomendasi khusus.

Artikel tersebut juga menyebutkan gugatan hukum yang sedang berlangsung oleh SEC terhadap perusahaan crypto lainnya seperti Binance, Kraken, Ripple, dan Coinbase.

Penutup

Pembahasan RUU stablecoin AS dan kritik terhadap SEC dalam kasus Debt Box menunjukkan dinamika regulasi crypto

Amerika Serikat. Pemerintah dan regulator berupaya untuk menyeimbangkan antara mendorong inovasi dan melindungi investor crypto serta sistem keuangan. Sementara itu, industri crypto berharap regulasi yang jelas akan memberikan kepastian hukum dan mendukung pertumbuhan sektor ini.

Baca Juga: Crypto Commonwealth: Masa Depan Investasi dan Penerbitan Berbasis Blockchain

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi