Skandal Robinhood: Denda Jutaan Dolar Atas ‘Permainan’ Investasi

Skandal Robinhood: Denda Jutaan Dolar Atas ‘Permainan’ Investasi

Robinhood, aplikasi trading saham dan crypto, baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan regulator Massachusetts, menyetujui denda sebesar $7,5 juta. Kesepakatan ini merupakan puncak dari pertarungan hukum yang berkepanjangan, menyoroti praktik ‘gamifikasi’ yang kontroversial dan isu keamanan siber yang serius. Bagaimana Robinhood berubah pasca tuntutan hukum ini?

Praktik ‘Gamifikasi’ yang Kontroversial

Robinhood telah dituduh menggunakan strategi ‘gamifikasi’ untuk menarik investor pemula, dengan fitur seperti animasi konfeti dan tiket gores digital. William Galvin, Sekretaris Negara Bagian Massachusetts, mengklaim bahwa aplikasi tersebut dijual sebagai “semacam permainan yang mungkin bisa kamu menangkan”.

Sebagai bagian dari penyelesaian, Robinhood harus menghentikan penggunaan gambar perayaan yang terkait dengan frekuensi trading, notifikasi dorongan yang menyoroti daftar tertentu, dan fitur yang meniru permainan keberuntungan.

Robinhood telah membantah bahwa aplikasinya ‘digamifikasi’, meskipun mereka setuju untuk membayar denda dan mengubah praktik keterlibatan digital mereka. Mereka menekankan bahwa penyelesaian ini berkaitan dengan praktik historis dan tidak mencerminkan aplikasi saat ini. Robinhood juga telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengatasi masalah keamanan siber sejak tahun 2021.

Baca Juga: Robinhood: Lonjakan Perdagangan Crypto dan Rencana Ekspansi yang Menggemparkan!

Penyelesaian Hukum dan Dampaknya

robinhood crypto
Sumber: Reuters

Penyelesaian ini menandai akhir dari pertarungan hukum yang dimulai pada Desember 2020, ketika Galvin pertama kali mengajukan tindakan penegakan. Robinhood sempat mengajukan gugatan terhadap kantor Galvin untuk mencoba membatalkan aturan yang mereka langgar.

Namun, setelah banding, kasus ini kembali ke pengadilan pada tahun 2023 dan sekarang telah diselesaikan. Selain mengatasi ‘gamifikasi’, penyelesaian ini juga memaksa Robinhood untuk menangani “masalah keamanan siber yang serius”.

Pada November 2021, terjadi pelanggaran data yang mempengaruhi sekitar 117.000 pelanggan di Massachusetts. Robinhood telah berkomitmen untuk meningkatkan kontrol keamanan internal dan program manajemen insiden.

Baca Juga: Robinhood Gebrak Pasar Eropa dengan Layanan Trading Crypto dan Hadiah Bitcoin!

Reformasi Robinhood Pasca Tuntutan

Robinhood telah mengambil langkah-langkah penting untuk memperbaiki citranya di mata investor dan regulator. Mereka telah meningkatkan kontrol keamanan internal dan pelatihan, serta memperkuat program deteksi ancaman dan intelijen ancaman. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pengguna dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ketat.

Meskipun Robinhood telah menyelesaikan kasus ini dengan denda yang besar, mereka tetap menolak gagasan bahwa aplikasi mereka pernah ‘digamifikasi’. Mereka menegaskan bahwa penyelesaian ini tidak menemukan bahwa praktik keterlibatan digital dalam aplikasi itu sendiri melanggar regulasi atau aturan fidusia negara, atau bahwa praktik tersebut mempengaruhi perilaku pelanggan secara negatif.

Kesimpulan

Kesepakatan Robinhood dengan regulator Massachusetts menandai babak baru dalam regulasi fintech dan praktik perdagangan online. Dengan denda $7,5 juta dan perubahan dalam praktik keterlibatan digital, Robinhood berupaya untuk memperbaiki praktiknya dan memastikan bahwa investasi online tetap aman dan adil bagi semua pengguna.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi