Robert Kiyosaki: “Saat Harga BTC Capai Titik Terendah Baru, Saya Malah Bersemangat!”

Robert Kiyosaki: “Saat Harga BTC Capai Titik Terendah Baru, Saya Malah Bersemangat!”

Dilansir dari laman Bitcoin.com, sang penulis terkenal dari buku laris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, mengatakan bahwa dia tidak khawatir dengan penurunan harga Bitcoin. Kiyosaki mengatakan bahwa dirinya adalah seorang investor crypto alih-alih seorang trader.

Rich Dad Poor Dad adalah buku tahun 1997 yang ditulis oleh Kiyosaki dan Sharon Lechter dan masuk ke dalam New York Times Best Seller List selama lebih dari 6 tahun. Lebih dari 32 juta eksemplar buku tersebut telah terjual dalam lebih dari 51 bahasa di lebih dari 109 negara.

Apa yang membuatnya memiliki keyakinan kuat terhadap aset Bitcoin? Simak selengkapnya di bawah ini.

Robert Kiyosaki Tidak Khawatir Tentang Harga Bitcoin

Robert Kiyosaki Tidak Khawatir Tentang Harga Bitcoin

Sumber: Twitter theRealKiyosaki

Kiyosaki membagikan pendapatnya mengenai Bitcoin lewat akun Twiter-nya pada 11 November 2022 yang lalu. Dalam tweet tersebut, Kiyosaki mengatakan bahwa ketika harga cryptocurrency mencapai titik terendah baru, dia malah bersemangat.

Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, mengatakan dia tidak khawatir tentang harga Bitcoin saat BTC turun di bawah $17.000 di tengah isu yang terjadi pada perusahaan exchange cryptocurrency FTX.

Bitcoin? Khawatir? Tidak. Saya adalah investor Bitcoin seperti bagiaman saya merupakan investor emas disik, perak, dan real estate. Saya bukan TRADER atau flipper. Apa yang saya rasakan ketika Bitcoin mencapai titik terendah baru, katakan saja $10.000 hingga $12.000? Saya justru merasa bersemangat, bukannya khawatir.

  • Robert Kiyosaki
  • Kiyosaki juga menambahkan bahwa dia bertaruh melawan Federal Reserve, Departemen Keuangan, dan Presiden Joe Biden sekaligus bertaruh pada emas, perak, dan Bitcoin.

    Dukungan Kiyosaki Terhadap Bitcoin

    Dukungan Kiyosaki Terhadap Bitcoin
    Benzinga

    Penulis terkenal ini telah lama merekomendasikan Bitcoin untuk beberapa waktu lamanya. Pada bulan Oktober 2022 yang lalu, dalam sebuah tweet Kiyosaki menegaskan alasannya mengapa dia membeli BTC. Sedangkan pada bulan September 2022, dia mendesak investor untuk masuk ke crypto secaatnya sebelum kehancuran ekonomi terbesar terjadi.

    Kehancuran ekonomi apakah yang dimaksudkan Kiyosaki dan apa alasan Kiyosaki membeli Bitcoin? Simak berita selengkapnya di sini: Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki: “BUY BITCOIN!” di sini.

    Tak hanya itu, baru-baru ini Kiyosaki juga memperingatkan bahwa pasar saham, obligasi, dan real estate akan jatuh karena Federal Reserve terus menaikkan suku bunga. Dia juga telah berulang kali memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan menghancurkan ekonomi AS.

    Hal itulah yang membuat Kiyosaki yakin akan pentingnya menyiapkan dana pensiun dengan menabung Bitcoin mengingat situasi ekonomi yang dihadapi dunia saat ini. Seperti apa tanggapan Kiyosaki mengenai tabungan pensiun dengan Bitcoin? Simak informasi selengkapnya mengenai Robert Kiyosaki: “Saya Beli Bitcoin untuk Tabungan Pensiun” di sini.

    Kiyosaki Manfaatkan Koreksi Harga Bitcoin

    Kiyosaki Manfaatkan Koreksi Harga Bitcoin
    Bitcoin.com

    Dilansir dari laman Forbes, Bitcoin alami koreksi harga paska pemberitaan krisis likuiditas perusahaan exchange crypto FTX. Ketika investor lain mengalami kepanikan, maka lain halnya dengan Kiyosaki yang menunjukkan sikap bullish terhadap Bitcoin seperti penjelasan pada tweet yang ia bagikan pada 11 November 2022.

    Dilansir dari laman Forbes, harga Bitcoin alami koreksi dari level $20.000 menjadi $16.000 pada 12 November 2022 yang lalu beberapa saat setelah kasus FTX terjadi. Saat penulisan di tanggal 21 November 2022, harga Bitcoin berada di angka $16,258 (kurs rupiah saat penulisan adalah $16,258 = Rp253.003.295)

    Disclaimer:

    Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

    Referensi: