Ripple dan Bank Sentral Kolombia Bersatu untuk Menjelajahi Potensi Blockchain!

author:

Ripple dan Bank Sentral Kolombia Bersatu untuk Menjelajahi Potensi Blockchain!

Ripple (XPR), perusahaan teknologi pembayaran blockchain, telah bermitra dengan Bank Sentral Kolombia, Banco de la República, untuk menjelajahi potensi aplikasi teknologi blockchain dalam sistem pembayaran berharga tinggi di Kolombia.

Kemitraan ini juga melibatkan Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Kolombia dan Peersyst Technology, sebuah perusahaan teknologi blockchain berbasis di Spanyol.

Kemitraan Strategis Ripple dan Bank Sentral Kolombia

Twitter

Pada 15 Juni 2023, melalui cuitan akun Twitternya, Ripple dan Bank Sentral Kolombia telah memulai kemitraan strategis untuk menjelajahi potensi teknologi blockchain dalam konteks sistem pembayaran berharga tinggi.

Menurut kabar, mereka akan menggunakan platform CBDC Ripple untuk melakukan berbagai kasus penggunaan yang dapat meningkatkan sistem pembayaran berharga tinggi Kolombia. Tidak hanya itu, proyek percontohan ini akan berlangsung selama tahun 2023.

Baca juga: Pembangunan Komunitas Crypto oleh Ripple (XRP), Langkah Menuju Masa Depan Crypto!

Platform CBDC Ripple menggunakan XRPL merupakan sebuah blockchain publik. Meskipun pengumuman tersebut tidak menyebutkan bahwa Kolombia berencana untuk meluncurkan CBDC, Joe Vollono, Direktur Pengembangan Bisnis CBDC di Ripple, menambahkan bahwa pilot akan “membuka jalan untuk kemajuan transformatif dalam pemanfaatan teknologi blockchain dalam sektor publik.”

“Tujuan dari fase ketiga eksperimen blockchain MinTIC adalah untuk mendidik entitas publik nasional dan teritorial melalui eksperimen aplikasi dunia nyata yang interaktif dan kolaboratif tentang bagaimana kecepatan, skalabilitas, dan transparansi teknologi blockchain yang tak tertandingi dapat merevolusi sistem pembayaran dan manajemen data.”

Platform CBDC buku besar XRP juga diketahui berfungsi sebagai dasar untuk proyek percontohan serupa di Hong Kong, Bhutan, Palau, dan Montenegro.

Ripple Melanjutkan Ekspansinya ke Amerika Latin

Hingga saat ini dan melalui kemitraan baru ini, Ripple tampaknya terus melanjutkan ekspansinya ke Amerika Latin. Lebih lanjut, perusahaan ini telah bermitra dengan pemerintah Kolombia tahun lalu dalam sebuah inisiatif untuk memperbaiki upaya distribusi tanah.

Proyek yang dibangun oleh perusahaan pengembangan blockchain Peersyst Technology dan Ripple telah bekerja untuk menyimpan dan mengautentikasi judul properti secara permanen di blockchain publik Ripple.

Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan birokrasi dan membuat distribusi tanah lebih merata di salah satu negara paling tidak merata di dunia.

Tantangan Hukum yang Dihadapi Ripple

komunitas ripple

Meskipun pertumbuhan Ripple terus berlanjut, perusahaan ini masih menghadapi tantangan hukum dari gugatan yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Survei: Investor Institusional Siap Berinvestasi di Crypto dengan 1 Syarat Ini!

SEC menuduh Ripple menjual $1,3 miliar senilai sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk token XRP. Ripple berpendapat bahwa XRP bukanlah sekuritas dan bahwa SEC tidak pernah memberikan pemberitahuan atau peringatan kepada mereka.

Pada akhirnya, kemitraan antara Ripple dan Bank Sentral Kolombia menunjukkan potensi besar teknologi blockchain dalam konteks sistem pembayaran berharga tinggi. Meskipun Ripple masih menghadapi tantangan hukum, perusahaan ini terus berinovasi dan memperluas operasinya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: