Bitcoin Halving 2024: Prediksi dan Dampaknya pada Industri Mining Crypto!

Array

Bitcoin Halving 2024: Prediksi dan Dampaknya pada Industri Mining Crypto!

Reward halving mining Bitcoin (BTC) berikutnya, yang dijadwalkan terjadi pada April 2024, berpotensi menggiring keuntungan penambang ke zona merah, menurut laporan Bloomberg pada 8 Juli 2023.

Halving ini merupakan bagian dari siklus Bitcoin yang terjadi setiap 4 tahun, di mana reward mining dipotong menjadi setengah. Meskipun halving ini biasanya diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin, laporan tersebut menunjukkan bahwa kondisi mungkin berbeda kali ini.

Dengan biaya operasional yang meningkat dan efisiensi mining yang berkurang, para penambang mungkin akan menghadapi tantangan lebih besar dalam menjaga profitabilitas mereka. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Reward Halving Mining Bitcoin: Sebuah Fenomena 4 Tahunan

Setiap 4 tahun, reward mining untuk Bitcoin dipotong menjadi setengah, peristiwa ini dikenal sebagai Bitcoin Halving. Secara historis, semua pemotongan Bitcoin diikuti oleh lonjakan harga besar, sehingga investor menyambut peristiwa tersebut.

Menurut Cryptoslate, pada tahun 2012, 2016, dan 2020, harga BTC meningkat sebesar 8,450%, 290%, dan 560% dalam setahun, setelah peristiwa halving.

Baca Juga: Hanya 50.000 Blok Lagi Menuju ‘Halving’ Bitcoin, Saatnya Harga Bitcoin Melambung?

Tantangan Baru Bagi Penambang Bitcoin

reward block bitcoin
Reward Block Bitcoin. Sumber: Deltec Bank

Halving berikutnya akan mengurangi hadiah mining dari 6,25 BTC saat ini menjadi 3,125 BTC. Sampai sekarang, penambang BTC telah mengkompensasi kehilangan hadiah mining setelah setiap halving dengan meningkatkan efisiensi mereka melalui kemajuan teknologi.

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa tantangan akan menjadi lebih besar tahun depan karena penambang harus berurusan dengan biaya listrik yang meningkat dan beban hutang.

Baca Juga: 3 Trader Prediksi Harga Litecoin (LTC) Menjelang Halving, Bullish atau Bearish?

Efisiensi Rendah, Keuntungan Rendah

Jaran Mellerud, analis mining crypto di Hashrate Index, mengatakan kepada Bloomberg bahwa hampir setengah dari penambang Bitcoin memiliki efisiensi yang kurang optimal dalam operasi mining mereka. Oleh karena itu, penambang ini kemungkinan akan kesulitan setelah halving berikutnya.

Dalam persiapan untuk halving, penambang menjadi “lebih cermat dengan biaya listrik mereka dan mengamankan harga dari penyedia listrik mereka sebelumnya,” kata Zhang. Namun, meski semua penambang perlu mempersiapkan diri untuk halving, “banyak penambang akhirnya akan dikeluarkan dari pasar,” kata Tiffany Wang, CEO penambang BTC Lotta Yotta.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi:

Array