Revolusi Keuangan Global: China dan UAE Pimpin Proyek Mata Uang Digital Alternatif SWIFT

Revolusi Keuangan Global: China dan UAE Pimpin Proyek Mata Uang Digital Alternatif SWIFT

Dalam upaya de-dollarisasi yang semakin meningkat, blok BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, berpotensi mengadopsi mata uang digital bank sentral (CBDC) sebagai alternatif SWIFT yang dipimpin oleh Barat. Proyek ini dipimpin oleh China dan Uni Emirat Arab (UEA), dan berpotensi mengubah tatanan keuangan global.

BRICS dan Revolusi Keuangan Digital

Aliansi ekonomi BRICS telah merangkul keuangan digital dalam beberapa bulan terakhir. Dengan implementasi BRICS Pay berbasis teknologi blockchain dan peningkatan penggunaan yuan digital, blok ini tampaknya beralih ke aset digital untuk menginspirasi revolusi keuangan jauh dari Dolar AS.

Baca Juga: Gempuran Dolar AS Melemah! India dan UAE Capai Kesepakatan Perdagangan, Akankah Crypto Dilirik?

BRICS berpotensi memimpin alternatif CBDC untuk sistem pembayaran SWIFT Barat. Proyek utama, mBridge, dipimpin oleh China dan UEA. Proyek ini berpotensi menjadi landasan untuk perkembangan pesat dalam arena keuangan digital internasional.

mBridge: Alternatif CBDC untuk SWIFT

cbdc china
Sumber: Blockchain News

mBridge menonjol di antara berbagai proyek CBDC lintas batas yang sedang berlangsung. Proyek ini melibatkan 23 bank sentral, termasuk Bank for International Settlements (BIS), China, dan UEA.

mBridge dirancang untuk menggantikan sistem keuangan global berbasis dolar AS dan hampir siap untuk diluncurkan. Tujuan utamanya adalah untuk merampingkan pembayaran antara bank komersial di yurisdiksi yang berbeda dengan menghubungkan mereka ke jaringan yang dikelola bersama oleh bank sentral mereka.

Paragraf Penutup

Proyek mBridge memiliki potensi besar untuk membantu tujuan blok BRICS dalam menggantikan dolar AS. China telah merangkul penggunaan yuan digitalnya. Partisipasi yang lebih besar oleh blok secara keseluruhan dapat memicu revolusi besar dalam keuangan global, yang mungkin tidak dapat ditandingi oleh Amerika Serikat.

Baca Juga: Hong Kong dan UAE Bersatu untuk Mengatur Crypto, Seperti Apa Jadinya?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi