Regulator China Berpendapat bahwa Fitur CBDC dapat Meningkatkan Kebijakan Moneter!

author:

Regulator China Berpendapat bahwa Fitur CBDC dapat Meningkatkan Kebijakan Moneter!

Dalam perlombaan global menuju adopsi mata uang digital bank sentral (CBDC), China tampaknya telah melangkah lebih jauh. Dengan fitur-fitur inovatif dan pandangan yang mendalam tentang potensi CBDC, bagaimana China memandang masa depan keuangan digital?

Fitur Baru CBDC: Lebih dari Sekadar Uang Digital

Lu Lei, wakil administrator dari Administrasi Pertukaran Valas Negara (SAFE), melihat CBDC tidak hanya sebagai uang digital. Ia memandang CBDC dapat ditingkatkan dari mata uang M0 menjadi mata uang M2, yang mencakup deposit dan tabungan.

Baca juga: China Perkenalkan CBDC dengan Sistem Pembayaran Hong Kong

Fitur-fitur yang dapat diprogram dalam CBDC memungkinkan bank sentral untuk menyesuaikan fungsionalitas mata uang digital mereka. Uang bisa diprogram dengan tanggal kedaluwarsa atau pembatasan penggunaan.

Dengan menyesuaikan tarif dan fungsionalitas CBDC China, Bank Rakyat China (PBOC) dapat memiliki alat yang kuat untuk mengelola makroekonomi.

Keamanan dan Pencegahan Penyalahgunaan: Prioritas Utama

Sementara itu, Zhou Xiaochuan, mantan gubernur bank sentral China, menekankan pentingnya memperhatikan keamanan, menjaga biaya rendah, dan mencegah penyalahgunaan dalam pengembangan CBDC.

Zhou mengatakan bahwa pencegahan penyalahgunaan mencakup upaya untuk melawan pencucian uang dan perdagangan senjata. Banyak perdagangan senjata dalam konflik militer dan perdagangan narkoba seringkali memanfaatkan cryptocurrency dan stablecoin untuk pembayaran.

PBOC telah menguji CBDC-nya, e-CNY, dan meluncurkan aplikasi pilot pada Januari 2022. Sejak dimulainya uji coba yuan digital pada akhir 2019, PBOC telah memperluas uji coba yuan digitalnya ke setidaknya 26 lokasi di 17 kota dan wilayah tingkat provinsi.

Baca juga: China Memberlakukan Aturan Ketat untuk Melatih Model AI Generatif

Kerjasama Internasional dan Masa Depan CBDC

China sedang mencari kerjasama internasional untuk membentuk masa depan CBDC. Hong Kong dan Uni Emirat Arab telah bergabung dalam kerjasama keuangan.

Kerjasama ini mencakup berbagai inisiatif fintech, termasuk pengembangan CBDC, dengan tujuan meningkatkan perdagangan lintas batas, sistem pembayaran, dan regulasi aset virtual.

Zhou juga menyebutkan bahwa transaksi lintas batas adalah salah satu arah eksplorasi penting untuk CBDC. Hal ini melibatkan teknologi, sistem, serta orientasi kebijakan.

Dengan inovasi dan komitmen yang kuat terhadap pengembangan CBDC, China menunjukkan ambisinya untuk memimpin revolusi keuangan digital global. Melalui potensi besar yang ditawarkan oleh CBDC, dunia menunggu langkah selanjutnya dari raksasa Asia ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: