Regulasi Baru Australia: Bursa Crypto Kini Harus Miliki Lisensi Keuangan!

author:

Array

Regulasi Baru Australia: Bursa Crypto Kini Harus Miliki Lisensi Keuangan!

Pemerintah Australia berencana untuk mengatur sektor aset digital di tingkat bursa dan mungkin akan mengharuskan bursa crypto untuk memiliki lisensi layanan keuangan. Inilah yang menjadi inti dari kerangka kerja regulasi baru yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Australia.

Regulasi Bursa Crypto, Bukan Token

Kerangka kerja regulasi baru ini bertujuan untuk mengatasi kerugian konsumen sambil tetap mendukung inovasi di sektor aset digital. Tema utama dari kerangka kerja regulasi ini adalah mengatur bursa crypto dan penyedia layanan, bukan crypto atau token individu.

regulasi crypto australia
Australia mengatur proposal platform aset digital. Sumber: Departemen Keuangan Pemerintah Australia

Proposal ini telah menerima reaksi yang beragam dari bursa crypto yang beroperasi di Australia. Swyftx, salah satu bursa crypto Australia, menyebut proposal ini “bijaksana” dan setuju bahwa fokus utama harus memastikan pengguna crypto dapat mengakses teknologi blockchain dengan perlindungan yang tepat.

Baca juga: Mastercard Berhasil Selesaikan Uji Coba CBDC dengan Reserve Bank of Australia!

Reaksi dan Tanggapan

regulasi blockchain australia

Namun, tidak semua pihak setuju dengan proposal ini. Jonathon Miller, Direktur Kraken Australia, menyatakan kekecewaannya, dengan mengatakan bahwa kertas konsultasi ini pada dasarnya “memaksakan” crypto ke dalam regulasi layanan keuangan yang ada.

Liam Hennessey, partner di firma hukum internasional Clyde & Co, menekankan bahwa proposal dalam kertas konsultasi ini adalah saran dan bukan rekomendasi yang mengikat secara hukum. Kertas konsultasi ini mencari umpan balik tentang regulasi yang diusulkan dan pertanyaan dan memungkinkan pengajuan hingga 1 Desember 2023.

Alasan Regulasi

Tujuan dari regulasi bursa crypto adalah untuk mengurangi penipuan, serta risiko yang ditimbulkan oleh kejatuhan – seperti kejatuhan FTX pada 2022. Pendiri dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried, saat ini sedang diadili di Distrik Selatan New York atas tuduhan penipuan dan konspirasi.

Kejatuhan FTX terjadi setelah pengguna berbondong-bondong menarik uang tunai dari bursa, tetapi bursa tersebut tidak dapat memenuhi penarikan. FTX mengajukan kebangkrutan di AS dan masuk ke dalam administrasi di Australia. ASIC juga telah menangguhkan lisensinya.

Pada akhirnya, regulasi bursa crypto di Australia telah lama ditunggu-tunggu. Dengan adanya regulasi baru ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pengguna crypto dan mendukung inovasi di sektor aset digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array