Rahasia Besar di Balik EBITDA: Kunci Keberhasilan Keuangan Perusahaan

Rahasia Besar di Balik EBITDA: Kunci Keberhasilan Keuangan Perusahaan

Pernahkah kamu mendengar istilah EBITDA dalam dunia keuangan? Jika belum, artikel ini akan membuka mata kamu tentang pentingnya EBITDA dalam menilai kesehatan finansial sebuah perusahaan.

Memahami EBITDA

EBITDA, singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization, adalah metrik penting dalam menilai kinerja finansial sebuah perusahaan.

EBITDA menunjukkan profitabilitas operasional perusahaan, memungkinkan pemangku kepentingan untuk menganalisis potensi pendapatan tanpa pengaruh keputusan pembiayaan, konvensi akuntansi, dan lingkungan pajak.

Baca Juga: BRICS Ekspansi: Strategi Geopolitik atau Permainan Kekuatan Ekonomi?

EBITDA berfokus pada pendapatan yang berasal dari operasi bisnis inti perusahaan, tidak termasuk pendapatan non-operasional, bunga, pajak, dan biaya non-kas (depresiasi dan amortisasi). Ini membantu menilai efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan sebelum pengaruh keputusan finansial dan akuntansi.

Peran EBITDA dalam Profitabilitas Perusahaan

Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Dukung Adopsi Massal Web3, Perusahaan Ini Optimis Terhadap Web3!
Tech in Asia

EBITDA memainkan peran penting dalam memahami profitabilitas perusahaan dengan memberikan gambaran lebih dekat tentang kinerja operasional perusahaan.

Dengan menghilangkan efek dari keputusan pembiayaan, keputusan akuntansi (metode depresiasi dan amortisasi) dan lingkungan pajak, EBITDA memberikan indikator yang lebih bersih, meski tidak sempurna, tentang profitabilitas dan arus kas dari operasi.

Profit operasional — nama lain untuk EBIT — menjadi inti dari EBITDA. Profit operasional merujuk pada profit perusahaan dari operasinya, yaitu, aktivitas bisnis intinya. Ini mencerminkan pendapatan perusahaan setelah mengurangi biaya barang terjual dan biaya operasional sebelum bunga dan pajak dipertimbangkan.

EBITDA dan Valuasi Perusahaan

EBITDA memainkan peran signifikan dalam valuasi bisnis. Metrik keuangan ini sering digunakan dalam berbagai metode valuasi, termasuk rasio nilai perusahaan terhadap EBITDA dan kelipatan EBITDA.

EBITDA memberikan gambaran sederhana tentang profitabilitas operasional perusahaan, menjadikannya titik awal yang sering digunakan untuk valuasi bisnis.

Secara komparatif, EBITDA sering lebih disukai daripada metrik lain, seperti pendapatan bersih atau pendapatan operasional, karena menghilangkan dampak pendapatan non-operasional, suku bunga, yurisdiksi, tarif pajak, belanja modal dan metode depresiasi dan amortisasi.

Paragraf Penutup

Secara keseluruhan, EBITDA adalah metrik kinerja finansial yang penting, menawarkan gambaran tentang profitabilitas operasional bisnis.

Meski memberikan wawasan berharga, EBITDA tidak boleh menjadi satu-satunya metrik untuk menilai kesehatan finansial perusahaan.

Baca Juga: Nuant Menetapkan Standar Baru dalam Manajemen Aset Digital dengan MSCI Datonomy!

Oleh karena itu, mempertimbangkan metrik penting lainnya seperti pendapatan bersih, arus kas, dan aset neraca, pendekatan yang seimbang sangat penting.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi