Quentin Tarantino Sempat Ingin Buat Metaverse untuk ‘The Movie Critic’, Ini Rencananya!

Quentin Tarantino Sempat Ingin Buat Metaverse untuk ‘The Movie Critic’, Ini Rencananya!

Jakarta, Pintu News – Sutradara Quentin Tarantino sempat ingin membuat metaverse untuk film kesepuluhnya yang menampilkan para aktor dan karakter dari katalognya, termasuk dirinya sendiri saat berusia 16 tahun. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Metaverse Tarantino-verse

Menurut laporan dari The Hollywood Reporter, Tarantino-verse ini akan berlatar di sebuah gedung bioskop fiksi. Tarantino muda akan bertindak sebagai pengantar metaverse, berinteraksi dengan karakter-karakter Tarantino dan aktor fiksi yang memerankannya.

Metaverse ini akan berfungsi sebagai fiksi dalam fiksi, lengkap dengan seluruh konsep yang muncul dalam The Movie Critic sebagai film dalam film yang berlatar di dalam gedung bioskop. Sayangnya, Tarantino telah menyatakan bahwa The Movie Critic tidak akan terjadi.

Baca Juga: Meta Luncurkan Metaverse Pendidikan VR untuk Usia 13 Tahun ke Atas

Proyek Film Tarantino yang Gagal

proyek film tarantino yang gagal
Sumber: New York Post

Ini bukan pertama kalinya film kesepuluh Tarantino yang legendaris itu gagal. Ia sudah lama menyatakan bahwa ia akan menyutradarai 10 film dan kemudian pensiun. Salah satu proyek awal yang direncanakan menjadi karya terakhirnya berlatar di dunia Kill Bill dan, menurut Tarantino, akan menampilkan putri dari seorang karakter yang dibunuh oleh protagonis dari dua film pertama yang kembali untuk membalas dendam.

Tarantino juga sempat dekat dengan film Star Trek yang kabarnya akan menjadi film yang kelam dan berorientasi pada orang dewasa dari kekayaan intelektual tersebut. Namun, proyek itu telah ditinggalkan, kabarnya karena sang sutradara tidak ingin mengakhiri kariernya dengan film waralaba besar.

Baca Juga: Peluncuran Wearable Meta yang Bisa Membaca Sinyal Otak, Bakal Seperti Apa?

Masa Depan Tarantino-verse

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph pada tahun 2022, Tarantino telah mencoba-coba token nonfungible (NFT) dan metaverse sebelumnya. Ia menjual NFT yang menampilkan “rahasia” dari film-filmnya, termasuk adegan skenario yang belum dipotong dari Pulp Fiction.

Ia kemudian digugat oleh Miramax, yang mengklaim memiliki kepemilikan atas kekayaan intelektual yang terlibat. Miramax juga mencatat dalam gugatan tersebut bahwa mereka telah mengerjakan NFT terkait Tarantino sendiri.

Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Dengan karier yang membentang hampir 40 tahun dan menampilkan segalanya mulai dari akting cemerlang di acara TV Golden Girls tahun 1980-an sebagai peniru Elvis hingga menulis ulang pembunuhan Charles Manson dalam kisah sejarah alternatifnya Once Upon a Time in Hollywood pada tahun 2019, Tarantino-verse untuk para penggemar bisa menjadi pengalaman yang luas dan mencakup banyak genre.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi