Setelah Lakukan Voting Komunitas, Protokol Aave Terapkan V3 Pada Blockchain Ethereum!

Setelah Lakukan Voting Komunitas, Protokol Aave Terapkan V3 Pada Blockchain Ethereum!

Dilansir dari Coindesk, protokol untuk decentralized non-custodial lending and borrowing Aave melakukan voting untuk menjalankan versi ketiganya, atau v3, pada blockchain Ethereum. Pasalnya, ini adalah momen penting bagi komunitas decentralized finance (DeFi), yang berharap mendapatkan keuntungan dari v3 pada manajemen risiko dan efisiensi modal.

Kira-kira seperti apa mekanisme voting yang dilakukan oleh komunitas Aave untuk menerapkan V3 di Ethereum? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Protokol Aave V3 Telah Diterapkan di Blockchain Ethereum

Protokol Aave V3 Telah Diterapkan di Blockchain Ethereum
Sumber: Akun Twitter Aave – @AaveAave

Dikutip dari Coindesk, semua holder token AAVE yang berpartisipasi dalam referendum tata kelola yang sedang berlangsung telah memilih untuk mengaktifkan versi baru Aave di Ethereum. Menurut akun Twitter Aave, v3 adalah peningkatan penting terbesar pada Protokol Aave sejak diperkenalkan pada Januari 2017.

Hal tersebut dikarenakan Ethereum adalah pasar pertama dan terbesar Aave untuk lending dan borrowing modal crypto secara on-chain. Meski begitu, Aave meluncurkan v3 di chain lain termasuk Optimisme, Polygon, Arbitrum, dan Avalanche sebelum membawanya ke induk.

Voting akan berakhir pada 25 Januari 2023, pukul 18:58 UTC atau 26 Januari 2023 pukul 01:58 WIB. Jika proposal tersebut lolos, penerapan akan langsung dilakukan pada hari Jumat, 27 Januari 2023.

Ditujukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, manajemen risiko, dan efisiensi modal, v3 di Ethereum hadir saat Aave memimpin sebagai pemberi pinjaman (lender) terbesar di industri DeFi, dengan total nilai terkunci (TVL) sebesar $3,8 miliar atau setara dengan Rp56,8 triliun (kurs $1 = Rp14.960) di seluruh ekosistem Ethereum, menurut data DeFiLlama.

Baca Juga: Susul MakerDAO, Kini Lido Raih TVL Tertinggi di DeFi

Beberapa Fitur Penting Aave V3

Beberapa Fitur Penting Aave V3
Sumber: The Block

Dikutip dari Coindesk, Kethfinex, juru bicara pseudonim untuk Lido, protokol utama di Ethereum DeFi yang terhubung ke Aave, mengatakan bahwa v3 akan meningkatkan pasar lending-borrowing untuk ETH yang di-stake oleh Lido, yang mana menjadi salah satu contoh bagaimana v3 dapat memengaruhi pasar yang lebih luas.

“Ini adalah langkah besar ke depan untuk industri Ethereum DeFi,” kata Kethfinex, dikutip dari Coindesk, Rabu (25/1/2023).

Fitur baru, seperti mode efisiensi, atau “eMode”, sekarang akan hadir di Ethereum, namun terbatas. Untuk saat ini, pasar Ethereum v3 Aave hanya akan menyertakan aset yang telah disetujui sebelumnya, yakni: wBTC, wETH, wstETH, USDC, DAI, LINK, dan AAVE.

Ketika Aave v3 dibuka di Ethereum, mode isolasi, sebuah fitur penting yang memfasilitasi peminjaman aset-aset berisiko yang baru terdaftar hingga debt ceiling yang ditentukan, tidak akan diaktifkan untuk semua aset.

Selain itu, meskipun model suku bunga v3 agak berbeda dari v2, dengan perbedaan utama berasal dari tingkat stablecoin, Bored Ghost Developing Labs, penulis proposal yang telah memimpin upaya rekayasa dibalik Aave v3, mengatakan bahwa model suku bunga awal pada v3 akan mengikuti model yang ada di aset Ethereum v2 dan contoh v3 lainnya yang sudah ada.

Referensi: