Program Uji Coba Mata Uang Digital Diluncurkan oleh Bank Korea dan BIS, Apa Keuntungannya?

Program Uji Coba Mata Uang Digital Diluncurkan oleh Bank Korea dan BIS, Apa Keuntungannya?

Bank of Korea (BoK) dan Bank for International Settlements (BIS) telah bergabung untuk memulai program uji coba mata uang digital bank sentral (CBDC) grosir. Tujuan dari program ini adalah untuk menggunakan CBDC sebagai aset penyelesaian untuk deposit yang telah ditokenisasi oleh bank-bank komersial. Simak berita lengkapnya berikut ini!

CBDC Grosir dan Ide Ledger Terpadu

cbdc grosir
Sumber: Coinscreed

Program ini dirancang untuk mengevaluasi potensi CBDC grosir sebagai aset penyelesaian untuk deposit yang telah ditokenisasi. Selain itu, program ini juga akan mempelajari ide Ledger Terpadu yang diajukan oleh BIS.

Namun, BIS menegaskan bahwa ini tidak berarti satu ledger akan mengendalikan semua sistem ekonomi lainnya. BIS membayangkan struktur inti yang dipimpin oleh bank sentral, yang didukung oleh sistem-sistem satelit yang saling terhubung dan dikelola oleh entitas yang berbeda.

Pada awalnya, hanya bank-bank komersial yang diperbolehkan untuk berpartisipasi, dengan kemungkinan perluasan ke penyedia pembayaran lainnya setelah mendapatkan persetujuan regulasi. Bank-bank komersial akan berperan aktif, mengoperasikan node pada blockchain berizin yang digunakan bersama, yang akan mencatat transaksi dan detail kepemilikan mata uang digital.

Baca Juga: BIS Luncurkan 7 Langkah Keamanan untuk Lindungi CBDC dari Ancaman Cyber!

Variasi Mata Uang Digital yang Diperkirakan

mata uang digital
Sumber: Wikipedia

Selain won digital grosir, bank sentral juga memprediksi CBDC ritel untuk penggunaan umum, CBDC ritel untuk penggunaan offline, dan CBDC ritel untuk transaksi lintas batas. Ide “voucher tokenisasi”, yang mencerminkan konsep Purpose Bound Money Singapura, juga sedang dipertimbangkan.

Voucher ini, yang dapat dikeluarkan melalui bank oleh entitas korporat, akan memiliki batasan penggunaan tertentu. Sebelum distribusi, bank sentral akan memeriksa kontrak pintar yang terkait.

Sebagai penutup, Bank of Korea berkolaborasi dengan Financial Services Commission (FSC) dan Financial Supervisory Service (FSS). Mereka bersama-sama membentuk kelompok kerja regulasi untuk uji coba CBDC grosir ini dan telah memulai proses seleksi integrator sistem IT.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: