Siap-Siap, Bitcoin Diprediksi Bullish pada Juli setelah Dorongan ke Rp440 Juta di Maret!

Siap-Siap, Bitcoin Diprediksi Bullish pada Juli setelah Dorongan ke Rp440 Juta di Maret!

Analisis terbaru memprediksi bahwa Bitcoin akan mengalami pergerakan besar di bulan Juli 2023. Prediksi ini datang setelah dorongan kuat yang berhasil mendorong harga Bitcoin mencapai $30.000 yang setara dengan Rp447 juta (kurs $1 = Rp14.900) di bulan Maret lalu.

Ini merupakan lonjakan yang mengesankan, menunjukkan kekuatan dan potensi Bitcoin dalam menghadapi fluktuasi pasar crypto. Selama ini, Bitcoin telah dikenal karena volatilitasnya, dan prediksi ini semakin menegaskan bahwa masa depan Bitcoin mungkin akan penuh dengan pergerakan harga yang dramatis dan mengejutkan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pendorong Utama: Lonjakan ke $30.000 di Maret

potensi bullish bitcoin
Sumber: Cryptonews

Pada bulan Maret, Bitcoin melihat peningkatan nilai yang luar biasa, mendorong harganya naik ke $30.000. Ini merupakan momen penting yang mengindikasikan potensi pertumbuhan lebih lanjut dari crypto ini. Sebagai aset digital yang paling populer, pergerakan harga Bitcoin ini menjadi pusat perhatian.

Lonjakan ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Bitcoin semakin kuat. Meski pasar crypto dikenal dengan volatilitasnya, lonjakan seperti ini menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi masa depan Bitcoin.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Tether (USDT) Sentuh ATH Baru, Gimana Kabar USDC?

Bitcoin Mengikuti Pola yang Sama Seperti di Awal Pandemi

pola bitcoin saat pandemi
Grafik volatilitas “at-the-money” 3 bulan untuk BTC, ETH. Sumber: QCP Capital

Dilansir dari Cointelegraph, sejak pertengahan Maret, harga Bitcoin berada di kisaran antara $26.000 dan $31.000, tetapi para ahli menyebut bahwa pergerakan sideways ini akan berakhir.

Pada awal pandemi COVID-19, Federal Reserve melepaskan likuiditas sebesar $4 triliun. Ini mendorong semua aset dan akhirnya mendorong Bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa (ATH).

Mmenurut QCP, tingkat harga Bitcoin mungkin berbeda, namun perilaku atau gerakan yang mendasarinya sama pada tahun 2023 seperti pada awal pandemi COVID-19.

“Juga pada Maret 2023, sebagai akibat dari risiko krisis perbankan, BTC akan turun di bawah $20.000, tetapi The Fed kembali membuka peluang pendanaan untuk mendorong kami kembali di atas $30.000 saat kami memasuki siklus halving berikutnya tahun depan,” menurut QCP, dikutip dari Cointelegraph, Sabtu (3/6/2023).

Baca Juga: LTC Ordinals Mendekati 4 Juta, Transaksi Harian Litecoin Kian Meningkat

Dampak Harga Bitcoin dari Rilis Data Nonfarm Payroll yang Positif

rilis data nonfarm payroll
Sumber: Akun Twitter Arslan B

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) merilis data Nonfarm Payroll untuk bulan Mei, melaporkan peningkatan yang signifikan sebesar 339.000 pekerjaan. Angka ini melebihi ekspektasi pasar, yang telah mengantisipasi sekitar 190.000 pekerjaan. Selain itu, angka bulan April mengalami peningkatan lebih tinggi dari 253.000 menjadi 294.000.

Menurut Cryptonews, rilis data Nonfarm Payroll yang positif tersebut dapat berdampak pada harga Bitcoin.

Karena pertumbuhan lapangan kerja yang kuat biasanya dilihat sebagai indikator ekonomi yang positif, hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan kepercayaan investor dan berpotensi menyebabkan dolar AS menguat.

Namun, dampak yang tepat terhadap harga Bitcoin dapat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar, kondisi ekonomi makro, dan preferensi investor.

Penting untuk memantau reaksi dan tren pasar dengan cermat untuk menilai potensi dampak pada harga Bitcoin setelah rilis data Nonfarm Payrolls.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: