Prediksi Mengejutkan Analis CoinShares: Bitcoin Berpotensi Capai Rp1,2 Miliar!

author:

Array

Prediksi Mengejutkan Analis CoinShares: Bitcoin Berpotensi Capai Rp1,2 Miliar!

Dunia crypto kembali dikejutkan dengan prediksi terbaru dari James Butterfill, Kepala Riset CoinShares. Dalam analisisnya, ia mengungkapkan potensi kenaikan harga Bitcoin hingga $81,000 atau setara dengan Rp1,2 miliar ($1 = Rp15.424), didorong oleh data aliran dana dan spekulasi seputar ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Prediksi ini menimbulkan gelombang spekulasi di kalangan penggemar pasar crypto. Simak lebih lanjut, yuk!

Analisis James Butterfill Menggunakan Data Aliran Dana

James Butterfill dari CoinShares baru-baru ini menggali hubungan antara harga Bitcoin dan aliran dana produk Exchange-Traded (ETP). Dengan mengacu pada data historis, ia menyoroti adanya korelasi antara kenaikan harga dan peningkatan aliran dana, menunjukkan pendekatan yang didorong momentum di kalangan investor ETP.

Baca juga: Tembus Rp588 Juta, Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Naik 6% Hari Ini?

Selain itu, analisisnya juga mengidentifikasi periode ketika pasar mengalami kesulitan, mempengaruhi perdagangan ETP berdasarkan sentimen.

analisa bitcoin coinshares
Sumber: CoinShares

Menggunakan pendekatan kuantitatif, Butterfill memperkenalkan model prediktif yang menghubungkan perubahan harga 45 hari dengan aliran mingguan sebagai persentase dari AuM.

Model ini menunjukkan potensi lonjakan harga Bitcoin hingga $141,000 dengan estimasi aliran dana masuk sebesar $14,4 miliar. Namun, ia mengakui kesulitan dalam memprediksi aliran dana masa depan, menyajikan berbagai skenario aliran dana dan dampaknya terhadap harga Bitcoin.

Dampak ETF Bitcoin Spot dan Prediksi Harga

etf bitcoin analis bloomberg

Dengan munculnya prospek ETF Bitcoin Spot di AS, Butterfill menyatakan di platform X bahwa aliran dana masuk sebesar $2,5 miliar bisa mendorong harga BTC menjadi $54,000, sementara aliran dana $6,2 miliar bisa meningkatkan harga hingga $81,000. Prediksi ini didasarkan pada data aliran dana, menimbulkan spekulasi di pasar crypto.

Sementara itu, harga Bitcoin tercatat turun 1,21% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan pada $36,467,12 pada 17 November 2023. Meskipun mengalami penurunan, Bitcoin telah menunjukkan kenaikan lebih dari 29% selama tujuh hari terakhir, mencerminkan sentimen bullish di pasar terhadap aset berisiko.

Lebih lanjut, Butterfill mencatat bahwa tantangan perlahan dalam persetujuan regulasi dan penerimaan korporat bisa mempengaruhi kenaikan harga Bitcoin di masa depan.

Baca juga: WisdomTree Mengubah Proposal ETF Bitcoin, Apakah SEC akan Memberikan Persetujuan?

Potensi dan Tantangan di Masa Depan

Butterfill mengantisipasi gelombang permintaan yang signifikan setelah peluncuran ETF berbasis spot, namun juga menekankan sifat bertahap dari keterlibatan korporat dan dana. Potensi lonjakan harga Bitcoin tetap bergantung pada kemampuan mengatasi hambatan regulasi dan menghilangkan kompleksitas yang dirasakan seputar Bitcoin sebagai aset investasi.

Mengingat hal tersebut, Butterfill memprediksi bahwa proses korporasi dan dana membangun pengetahuan dan kepercayaan sebelum memasuki pasar akan berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, meskipun ada potensi kenaikan harga yang signifikan, realisasinya tetap bergantung pada dinamika pasar dan regulasi yang ada.

Pada akhirnya, prediksi harga Bitcoin yang mencapai $81,000 oleh James Butterfill dari CoinShares membuka wawasan baru tentang potensi dan tantangan yang dihadapi pasar crypto. Analisis ini tidak hanya menyoroti hubungan antara aliran dana dan harga Bitcoin, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya faktor regulasi dan penerimaan pasar.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array