Waspada! PM Singapura Jadi Korban Deepfake untuk Penipuan Crypto

author:

Waspada! PM Singapura Jadi Korban Deepfake untuk Penipuan Crypto

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, baru-baru ini menjadi korban teknologi deepfake yang digunakan oleh penipu untuk mempromosikan penipuan crypto. Dalam serangkaian video yang menyebar di media sosial, tampak Lee memberikan wawancara palsu yang menjanjikan keuntungan investasi crypto.

Lee dengan tegas mengimbau warga Singapura untuk tidak terpengaruh dan melaporkan konten penipuan tersebut.

Deepfake Menciptakan Keresahan

pm singapura deepfake crypto
Sumber: Facebook

Teknologi AI yang semakin canggih kini memungkinkan penipu untuk menciptakan video palsu yang sangat meyakinkan. Dalam salah satu video yang beredar, Lee terlihat seperti sedang diwawancarai tentang sebuah platform investasi revolusioner yang dikaitkan dengan Elon Musk.

Baca juga: Tom Hanks dan Beberapa Artis Lainnya Berikan Peringatan Terkait AI dan Deepfake

Video tersebut dengan cerdik menyatukan wajah dan suara Lee dengan presenter dalam format berita, sehingga tampak nyata. Teknologi deepfake ini tidak hanya meniru wajah, tetapi juga suara, membuat video tersebut tampak otentik. Lee menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu melalui teknologi deepfake akan terus meningkat.

Oleh karena itu, ia mengajak warga Singapura untuk terus waspada dan belajar melindungi diri dari penipuan semacam ini.

PM Singapura Serukan Kewaspadaan

Lee Hsien Loong telah beberapa kali mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan AI dalam penipuan crypto. Ia menekankan bahwa penipu seringkali memanfaatkan periode ketika ada banyak liputan media tentang dirinya untuk menjalankan iklan crypto palsu.

Baca juga: India Siapkan Regulasi Baru, Deepfake Kini Dalam Ancaman!

Lee juga menyarankan agar warga Singapura melaporkan penipuan dan berita palsu melalui ScamShield Bot resmi pemerintah di WhatsApp. Dalam beberapa postingan di media sosialnya, Lee telah memperingatkan tentang bahaya AI dan pentingnya tidak mudah percaya dengan apa yang dilihat atau didengar.

Ia menambahkan bahwa penyebaran disinformasi melalui teknologi deepfake akan terus berkembang, sehingga penting bagi warga untuk tetap waspada dan melindungi diri serta orang terdekat dari penipuan.

Secara keseluruhan, kasus deepfake yang menimpa Perdana Menteri Singapura ini merupakan peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi informasi di internet.

Dengan semakin canggihnya teknologi, penipuan semakin sulit untuk dibedakan dari kenyataan. Mari kita tingkatkan kesadaran dan pengetahuan kita tentang deepfake dan crypto untuk menghindari menjadi korban penipuan berikutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: