Perusahaan Ganja Ini Adopsi Blockchain! Buat Apa?

author:

Perusahaan Ganja Ini Adopsi Blockchain! Buat Apa?

Dilansir dari Cointelegraph (16/1/23), pembibitan ganja yang berbasis di California telah memanfaatkan blockchain dan smart contract untuk memverifikasi keaslian tanaman obatnya. Wah! Gimana ya cara kerjanya?

Memanfaatkan Blockchain Ethereum

Sebuah perusahaan pembibit ganja, yang dikenal sebagai Mendocino Clone Company, telah menjalin kemitraan dengan proyek EMTRI dan perusahaan teknologi Global Compliance Applications pada 13 Januari 2023. Kerja sama ini akan memanfaatkan kemampuan blockchain untuk mengesahkan semua klon, atau tanaman bayi, dengan sertifikat batch.

Menurut laporan Cointelegraph, cannabis nurseries adalah perusahaan yang berurusan dalam genetika tanaman, memproduksi klon dan tanaman bayi, serta benih untuk tujuan distribusi grosir.

Kerja sama yang dilakukan ini memungkinkan pembibitan untuk mendokumentasikan tahap awal perjalanan tanaman ganja untuk menjadi produk premium bagi konsumen. Lebih lanjut, program sertifikat batch adalah smart contract yang dibuat sendiri untuk setiap batch klon, memberikan setiap tanaman bayi dengan “blok identitas uniknya sendiri”. Sertifikat batch tersebut nantinya dibuat oleh perusahaan pembibit dan ditautkan ke blockchain berbasis Ethereum.

Kliennya, yang meliputi pertanian komersial dan apotek ritel, dapat menggunakan sertifikat batch untuk memverifikasi keaslian klon dan garis keturunan genetik mereka.

Baca juga: Google Rilis Node Blockchain Berbasis Cloud untuk Pengembangan Web3

Pemanfaatan Blockhain di Berbagai Industri

Pemanfaatan Blockchain
Sumber: Pixabay

Dilansir dari Pintu Academy, blockchain adalah buku kas digital dengan basis data yang terdistribusi ke banyak komputer dalam satu jaringan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pertumbuhan dan pengadopsian blockchain semakin berkembang, hingga dapat dimanfaatkan oleh banyak industri.

Pada November 2022 lalu, Pintu News melaporkan bahwa pemerintah Nigeria adakan pelatihan blockchain untuk 30.000 warganya demi mengembangkan keterampilan karir dalam teknologi yang sedang berkembang.

Selain itu, pada Desember 2022, brand mobil mewah dan terkenal, BMW, diketahui mengadopsi teknologi blockchain untuk membagikan crypto sebagai reward pelanggan. Menurut BMW, teknologi blockchain dinilai sangat membantu efisiensi layanan keuangan perusahaan.

Pemanfaatan teknologi blockchain yang paling baru dilaporkan per Januari 2023, di mana terdapat 90% perusahaan memanfaatkan teknologi blockchain di Amerika Serikat (AS), Inggris, dan China. Dilansir dari Cointelegraph, bisnis yang sudah memanfaatkan teknologi blockchain telah mendapatkan keuntungan dari 2 kemampuan utamanya, yaitu keamanan (42%) dan perlindungan salinan (42%). Mereka yang berada dalam operasi berbasis IT menggunakan blockchain untuk hal-hal seperti alur kerja internal (40%), efisiensi rantai pasokan (34%) dan pengembangan perangkat lunak (30%), dan lain-lain.


Referensi: