De-Dolarisasi: Pertemuan ACU dan Kemungkinan Iran Bergabung dengan BRICS

De-Dolarisasi: Pertemuan ACU dan Kemungkinan Iran Bergabung dengan BRICS

Anggota Asian Clearing Union (ACU) berkumpul di Tehran, Iran untuk pertemuan tahunan ke-51 mereka.

Salah satu topik penting dalam pertemuan tahun ini adalah de-dolarisasi, atau upaya untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.

De-Dolarisasi: Respons terhadap ‘Senjata’ Dolar

Pertemuan ini mencakup perwakilan dari berbagai bank sentral di Asia, termasuk:

  1. Bank Bangladesh
  2. Royal Monetary Authority of Bhutan
  3. Reserve Bank of India
  4. Central Bank of Iran
  5. Maldives Monetary Authority
  6. Central Bank of Myanmar
  7. Nepal Rastra Bank
  8. State Bank of Pakistan
  9. Central Bank of Sri Lanka.

Menurut Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber, langkah menjauh dari Dolar AS bukan lagi pilihan sukarela, melainkan sebuah respons terhadap “senjata” dolar.

Mokhber menegaskan bahwa “senjata” dolar selama beberapa dekade terakhir telah memaksa negara-negara untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang tersebut.

Republik Islam, kata dia, siap untuk meningkatkan hubungan keuangan dan ekonominya dengan negara-negara lain, terutama anggota ACU.

Iran dan Kemungkinan Bergabung dengan BRICS

Iran dan Kemungkinan Bergabung dengan BRICS
Watcher Guru

Iran telah memperkuat upayanya untuk menjauh dari dolar, termasuk dengan melakukannya secara bertahap dalam perjanjian perdagangan bilateral dengan Rusia.

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, mendesak bank sentral negara tersebut untuk berhenti menggunakan dolar dalam perdagangan.

Sebagai gantinya, Presiden meminta bank untuk beralih ke mata uang nasional. Iran berkeinginan untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS untuk menantang hegemoni Barat dan mendorong dunia multipolar.

Negara-negara BRICS telah berjuang untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang AS. Blok BRICS mencakup Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Dolar vs Bitcoin: Fakta Menarik yang Harus Anda Ketahui!

Mata uang bersama sedang dipertimbangkan oleh kelompok ekonomi ini menjelang konferensi pemimpin mereka yang akan datang. ASEAN, yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara, baru-baru ini memutuskan untuk mempromosikan penggunaan mata uang nasional mereka daripada dolar.

Manajer investasi Larry Lepard telah memperingatkan bahwa dolar AS dapat kehilangan sebagian besar nilainya dalam 5 hingga 10 tahun.

Lalu, seperti apakah dampak sikap Amerika terhadap kekuatan dolar AS? Apakah menurunnya nilai dolar AS memengaruhi harga crypto secara umum? Simak informasi selengkapnya mengenai Dolar AS Kehilangan Nilainya dalam 5 Tahun di sini.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: